Seorang pejabat senior Iran secara tegas menyatakan bahwa negaranya akan menganggap setiap bentuk serangan AS sebagai perang habis-habisan.
“Pengerahan militer ini, kami harap tidak dimaksudkan untuk konfrontasi nyata. Namun militer kami siap untuk skenario terburuk,” ujar pejabat tersebut, dikutip dari The Independent.
Pejabat itu menambahkan, “Kali ini kami akan menganggap setiap serangan—baik terbatas, tak terbatas, terarah, kinetik, atau apa pun sebutannya—sebagai perang habis-habisan terhadap kami. Kami akan merespons dengan cara sekeras mungkin.”
Pernyataan ini merupakan respons terhadap penguatan kehadiran militer AS di kawasan. Hingga saat itu, belum ada pernyataan resmi dari Washington menanggapi peringatan Teheran.
Armada AS Menuju Timur Tengah
Diketahui, dalam hitungan hari, rombongan kapal induk AS dan aset militer lainnya akan tiba di Timur Tengah. Pejabat Iran memperingatkan, “Jika AS melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Iran, kami akan merespons.”
Ia menjelaskan, “Sebuah negara yang terus-menerus berada di bawah ancaman militer dari AS tidak punya pilihan lain selain memastikan bahwa semua yang dimilikinya dapat digunakan untuk melawan.”
Selain USS Abraham Lincoln, Pentagon juga mengerahkan tiga kapal perusak pendamping. Armada ini telah berada di Samudra Hindia dalam perjalanan menuju zona ketegangan.
Situasi ini menunjukkan eskalasi ketegangan Iran-AS yang telah melampaui pernyataan diplomatik, memasuki ranah simbol kekuatan dan persiapan militer nyata yang dapat mempengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah secara global.
Artikel Terkait
Wali Kota Shariff Aguak Selamat dari Serangan RPG: Mobil Antipeluru Selamatkan Nyawa, 3 Pelaku Tewas
Yordania & UEA Siap Bantu AS Serang Iran? Analisis Lengkap Laporan Intelijen
AS Kerahkan KC-135R & C-17A ke Qatar dan Kuwait, Eskalasi Militer di Timur Tengah Meningkat
Kapal Induk Luar Angkasa China Luanniao: Fakta, Ambisi, dan Perang Psikologis