Jurnalis India Tuding Israel Sensor Data Korban Serangan Iran

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 23:00 WIB
Jurnalis India Tuding Israel Sensor Data Korban Serangan Iran

PARADAPOS.COM - Otoritas Israel diduga melakukan sensor ketat terhadap informasi korban tewas akibat serangan rudal Iran di wilayah pendudukannya. Tudingan ini disampaikan oleh seorang jurnalis India yang meliput langsung di lapangan, yang mengklaim adanya pembatasan akses media ke lokasi kejadian dan data korban, serta perbedaan signifikan antara laporan resmi dan keterangan saksi mata. Hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi atas klaim tersebut.

Pengamatan Langsung dari Lapangan

Braj Mohan Singh, jurnalis dari Sandha News India, berada di wilayah konflik sejak akhir Februari hingga awal Maret. Selama di sana, ia menyaksikan langsung dampak eskalasi militer antara Israel dan Iran. Dalam pengamatannya, Singh menemukan bahwa sejumlah korban tewas justru berada di dalam bunker perlindungan sedalam sekitar 100 kaki, sebuah fakta yang menurutnya tidak mendapatkan sorotan publik yang memadai.

Pembatasan Akses dan Informasi yang Bertolak Belakang

Jurnalis itu mengungkapkan kesulitan yang dihadapi media dalam meliput insiden serangan. Otoritas setempat disebut membatasi akses ke lokasi kejadian dan rumah sakit, sehingga data korban sulit diverifikasi secara independen. Ketidakjelasan ini memunculkan narasi yang saling bertentangan antara pernyataan resmi dan kesaksian warga.

“Ketika suatu insiden terjadi, kami tidak diberi detail lokasinya. Keesokan harinya, ketika kami mengunjungi lokasi tersebut, kami diberitahu, 'Hanya ada satu korban jiwa,' tetapi seorang warga setempat memberi tahu kami, 'Ada empat rumah, dan semua orang meninggal,' yang menunjukkan bahwa terjadi insiden besar,” tuturnya.

Singh membandingkan situasi ini dengan kebebasan pers di India. Ia menekankan bahwa jurnalis di wilayah tersebut tidak diizinkan merekam jenazah atau mengumpulkan data korban yang akurat, sehingga laporan dari masyarakat sering kali menunjukkan angka yang lebih tinggi daripada versi resmi.

Sistem Peringatan yang Dipertanyakan

Selain soal transparansi data korban, Singh juga mempertanyakan efektivitas sistem pertahanan. Ia menyoroti bahwa sistem peringatan dini yang sering digadang-gadang canggih ternyata tidak selalu berfungsi optimal di tengah gempuran rudal.

Rudal-rudal itu “tidak membedakan antara rudal India atau Israel,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa beberapa serangan terjadi tiba-tiba tanpa diiringi sirene peringatan. Observasi ini memberikan gambaran tentang kondisi riil di lapangan yang mungkin berbeda dari narasi keamanan yang beredar.

Insiden Terhadap Jurnalis Asing dan Konteks Ketegangan

Laporan Singh ini muncul di tengah kabar terpisah mengenai dua jurnalis CNN yang sempat ditahan saat meliput dampak serangan Iran. Meski detail penahanan belum jelas, insiden tersebut turut menguatkan gambaran tentang lingkungan kerja yang ketat bagi para peliput di wilayah konflik.

Ketegangan antara Israel dan Iran memang memuncak dalam beberapa pekan terakhir, dimulai dengan serangan militer pada 28 Februari yang kemudian dibalas Iran dengan meluncurkan rudal dan drone. Serangan balasan ini menargetkan sejumlah lokasi di wilayah Israel serta pangkalan Amerika Serikat di kawasan, menciptakan situasi yang sangat dinamis dan rawan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi dari pemerintah Israel mengenai berbagai tudingan pembatasan informasi dan sensor media yang dilaporkan.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar