Iran Lancarkan Serangan Rudal Skala Besar ke Israel, Sebabkan Kerusakan dan Korban Luka

- Selasa, 24 Maret 2026 | 09:00 WIB
Iran Lancarkan Serangan Rudal Skala Besar ke Israel, Sebabkan Kerusakan dan Korban Luka

PARADAPOS.COM - Iran kembali melancarkan serangan rudal skala besar ke wilayah Israel pada Selasa pagi, menargetkan kota-kota utama termasuk Tel Aviv, Yerusalem, dan Dimona. Serangan yang dijuluki "Janji Sejati 4" ini merupakan gelombang ke-78 dan dilaporkan menyebabkan kerusakan material yang luas serta menimbulkan korban luka-luka. Eskalasi militer ini terjadi meskipun ada pembicaraan diplomatik dan penundaan serangan yang sebelumnya diumumkan oleh pihak Amerika Serikat.

Kerusakan dan Korban di Tel Aviv

Ibu kota Israel menjadi salah satu sasaran utama. Sebuah rudal dengan hulu ledak fragmentasi dilaporkan menghantam sebuah gedung berlantai empat di Tel Aviv, menyebabkan kerusakan struktural yang parah dan menyebarkan puing-puing hingga ke delapan lokasi berbeda. Tim penyelamat dan ambulans bergegas menyisir area tersebut. Layanan medis Magen David Adom, dalam penilaian awalnya, mengonfirmasi setidaknya enam orang terluka dalam insiden ini.

Walikota Tel Aviv kemudian menyatakan bahwa serangan pagi itu mengakibatkan kehancuran luas. "Serangan Iran hari ini menyebabkan kehancuran yang luas dan kerusakan yang signifikan serupa dengan dampak serangan yang terjadi di pusat Tel Aviv pada awal perang," ungkapnya.

Rentetan Serangan dan Konfirmasi dari Garda Revolusi

Gelombang serangan ini tidak hanya terpusat di Tel Aviv. Sirene peringatan juga berbunyi di Yerusalem, Beersheba, dan wilayah Negev. Media Israel melaporkan adanya ledakan-ledakan hebat yang mengguncang Gush Dan, Yerusalem, Negev, dan Arad. Sebuah bangunan di kota Nesher, dekat Haifa, juga dilaporkan terkena dampak langsung, mengakibatkan cedera dan kerusakan pada sejumlah rumah.

Garda Revolusi Iran secara terbuka mengklaim tanggung jawab atas operasi militer ini. Mereka mengonfirmasi penggunaan rudal balistik jenis Emad dan Qadr yang dilengkapi banyak hulu ledak, serta peluncuran drone. Sasaran yang disebutkan mencakup wilayah strategis seperti Eilat, Dimona, dan utara Tel Aviv.

"Serangan itu menargetkan Eilat, Dimona dan utara Tel Aviv, mengkonfirmasi adanya korban jiwa dan kerugian besar di fasilitas industri militer, hanggar jet tempur, dan konsentrasi pasukan," jelas pernyataan resmi mereka.

Eskalasi yang Berlanjut dan Dampak Regional

Gelombang serangan ke-78 ini terjadi hanya dalam hitungan jam setelah "Gelombang 77", menandai intensitas konflik yang justru meningkat di tengah upaya-upaya de-eskalasi. Seorang koresponden di lapangan melaporkan bahwa interval antara beberapa serangan di Tel Aviv bahkan kurang dari setengah jam, sebuah tempo operasi yang sangat padat.

Dampak ketegangan ini juga merambat ke kawasan Teluk. Sejak malam sebelumnya, sirene serangan udara telah berbunyi di Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait. Arab Saudi mengaku berhasil mencegat lebih dari 20 drone di wilayah timurnya. Sementara di Kuwait, insiden serupa menyebabkan kerusakan pada infrastruktur energi dan pemadaman listrik parsial, dengan puing-puing yang jatuh menimbulkan kekhawatiran keselamatan warga.

Serangan Balasan dan Kondisi di Iran

Di sisi lain, fasilitas di Iran juga dilaporkan menjadi sasaran. Beberapa jam setelah Presiden AS kala itu, Donald Trump, menarik ancaman serangan terhadap infrastruktur listrik, media Iran melaporkan serangan terhadap target energi di dalam negeri mereka.

Kantor berita Fars memberitakan, "Sebagai bagian dari serangan yang sedang berlangsung yang dilakukan oleh musuh Zionis dan Amerika, gedung administrasi gas dan stasiun pengatur tekanan gas di Jalan Kaveh di Isfahan menjadi sasaran."

Media tersebut lebih lanjut melaporkan bahwa fasilitas di Iran tengah itu mengalami kerusakan sebagian. Serangan terpisah juga disebut menargetkan pipa gas di pembangkit listrik Khorramshahr, di barat daya Iran.

Situasi di lapangan menunjukkan dinamika konflik yang kompleks, di mana serangan dan balasan terjadi hampir bersamaan, memperumit upaya gencatan senjata dan meninggalkan ketidakpastian mengenai perkembangan berikutnya.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar