IRGC Tetapkan Universitas AS dan Israel di Timur Tengah sebagai Target Militer

- Senin, 30 Maret 2026 | 03:00 WIB
IRGC Tetapkan Universitas AS dan Israel di Timur Tengah sebagai Target Militer

PARADAPOS.COM - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara resmi memperluas daftar target militernya dengan memasukkan universitas yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Asia Barat. Pernyataan tegas yang dikeluarkan pada Senin, 30 Maret 2026, ini merupakan balasan atas serangan-serangan yang menargetkan fasilitas pendidikan di Iran, yang semakin mengerek tensi konflik di Timur Tengah ke level yang mengkhawatirkan.

Ancaman Terbuka dan Target Baru

Melalui kantor berita Fars News Agency, IRGC tidak hanya mengumumkan kebijakan baru tersebut, tetapi juga memberikan peringatan keselamatan yang tidak biasa kepada sivitas akademika di kampus-kampus yang dimaksud. Langkah ini menandai sebuah fase eskalasi yang lebih berisiko, di mana institusi pendidikan secara terbuka dinyatakan sebagai zona konflik.

“Mulai sekarang, semua universitas entitas pendudukan (Israel) dan universitas-universitas Amerika di Asia Barat akan dianggap sebagai target yang sah,” tegas pernyataan resmi IRGC tersebut.

Dalam pernyataannya, IRGC secara spesifik menyerukan kepada staf, mahasiswa, dan warga di sekitar kampus-kampus berafiliasi AS untuk segera menjauh setidaknya satu kilometer dari lokasi. Peringatan yang terperinci ini mengindikasikan adanya ancaman serangan yang dianggap sangat nyata dan mendesak.

Latar Belakang Serangan ke Fasilitas Pendidikan

Deklarasi ini tidak muncul tiba-tiba. IRGC menyatakan bahwa ancaman tersebut adalah respon langsung atas pemboman berulang yang dituduhkan kepada AS dan Israel terhadap institusi akademik Iran. Beberapa media lokal melaporkan serangan-serangan yang menyasar kampus, termasuk Iran University of Science and Technology di Teheran dan Isfahan University of Technology.

Sebelumnya, awal pekan lalu, IRGC telah memberikan ultimatum kepada Washington untuk mengutuk serangan-serangan terhadap universitas Iran. Ultimatum yang tampaknya tidak digubris itu kini berubah menjadi ancaman operasional yang konkret.

Konteks Eskalasi yang Lebih Luas

Ancaman terbaru ini terjadi dalam panorama konflik yang sudah sangat memanas. Sejak akhir Februari, gelombang serangan udara AS dan Israel ke Iran diklaim telah menelan korban jiwa yang signifikan. Di sisi lain, Iran telah membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang tidak hanya menyasar wilayah Israel, tetapi juga mencapai area di Yordania, Irak, dan kawasan Teluk yang dihuni aset militer AS.

Dampak dari pertukaran serangan ini telah meluas di luar medan perang. Korban jiwa dan kerusakan infrastruktur terus berjatuhan, sementara gejolak di kawasan strategis ini turut mengganggu stabilitas pasar global dan mengacaukan jalur penerbangan internasional, menunjukkan betapa rapuhnya keseimbangan keamanan dunia.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar