PARADAPOS.COM - Dua kapal kargo berbendera Amerika Serikat dilaporkan terdampar di perairan berbatu di bagian selatan Selat Hormuz. Peristiwa ini terjadi setelah kapal-kapal tersebut berusaha melintasi jalur perairan strategis tersebut tanpa otorisasi dari militer Iran. Klaim Komando Pusat AS (Centcom) yang menyatakan kapal-kapal itu berhasil melewati Selat Hormuz pada Senin (4/5/2026) langsung dibantah oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Hingga Rabu (6/5/2026), kedua kapal tersebut tak bisa melanjutkan pelayaran maupun berbalik arah.
Laporan dari kantor berita Iran, Fars, mengungkapkan bahwa kapal-kapal itu kini terjebak di dekat pantai Oman. Kondisi geografis di bagian selatan Selat Hormuz memang dikenal tidak ramah untuk navigasi. Perairan dangkal yang dipenuhi bebatuan membuat area tersebut sangat berisiko untuk dijadikan koridor pelayaran.
“Sekarang, sumber yang terinformasi mengatakan, perairan di dekat pantai Oman berbatu, dan kapal-kapal tersebut tidak bisa keluar maupun kembali dari daerah itu,” demikian laporan Fars, dikutip Rabu (6/5/2026).
Sebelumnya, Centcom mengklaim telah berhasil membebaskan dua kapal komersial tersebut sebagai bagian dari Proyek Kebebasan. Inisiatif ini digulirkan oleh Presiden Donald Trump pada Minggu (3/5/2026) dengan tujuan mengevakuasi kapal-kapal yang terjebak di kawasan tersebut. Namun, Iran dengan tegas menolak klaim itu. Pemerintah Iran menegaskan bahwa tidak ada satu pun kapal yang boleh melintasi Selat Hormuz tanpa otorisasi dari militernya.
Bantahan Iran dan Pengawasan Ketat IRGC
Iran membantah adanya kapal-kapal yang berhasil lolos dari penjagaan IRGC. Menurut sumber yang dikutip Fars, seluruh pergerakan di jalur perairan penting bagi lalu lintas energi dunia ini terus dipantau secara ketat. Selat Hormuz sendiri merupakan titik strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, dan menjadi jalur transit utama bagi sekitar seperlima konsumsi minyak global.
Para pengamat maritim menilai insiden ini menunjukkan betapa tingginya ketegangan di kawasan tersebut. Upaya Kapal-kapal AS untuk menerobos blokade Iran berakhir dengan situasi yang justru memperumit posisi mereka. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak Centcom mengenai langkah evakuasi selanjutnya.
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Balik Jika Israel Terus Bombardir Lebanon, Proses Damai dengan AS Terancam
Trump Kritik Taktik Militer Israel di Lebanon, Sarankan Suriah Tangani Hizbullah
Pemukim Ilegal Israel Berusaha Bakar Masjid di Tepi Barat Saat Jamaah di Dalam
Serangan Israel di Beirut di Tengah Perundingan Damai AS-Iran Picu Kecaman Trump, Kesepakatan Akhirnya Tercapai