PARADAPOS.COM -Kelompok Hamas menyatakan menerima sebagian isi rencana perdamaian yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, termasuk menyerahkan kekuasaan dan membebaskan semua sandera yang masih ditahan.
Dalam pernyataannya, Hamas mengatakan siap membebaskan para sandera sesuai dengan “formula” 20 rencana Trump, yang kemungkinan mengacu pada pembebasan tahanan Palestina. Kelompok itu juga menegaskan kesediaannya menyerahkan kekuasaan kepada badan Palestina yang independen secara politik.
Namun, Hamas tidak menyinggung soal pelucutan senjata, salah satu tuntutan utama Israel yang juga tercantum dalam usulan Trump.
Pernyataan Hamas ini muncul beberapa jam setelah Trump memberi batas waktu hingga Minggu malam, 5 Oktober 2025, agar kelompok tersebut menyetujui kesepakatan itu.
“Kesepakatan harus dicapai dengan Hamas paling lambat Minggu malam pukul enam waktu Washington, DC,” tulis Trump di media sosial pada Jumat, dikutip dari Associated Press, Sabtu 4 Oktober 2025.
“Semua negara sudah menandatangani! Jika kesepakatan tidak tercapai, neraka yang belum pernah terjadi sebelumnya akan melanda Hamas. Akan ada perdamaian di Timur Tengah, dengan satu cara atau yang lain,” lanjutnya.
Hingga kini, belum jelas bagaimana Amerika Serikat dan Israel akan menanggapi penerimaan sebagian dari rencana perdamaian itu.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Topan Jangmi Lumpuhkan Transportasi dan Listrik di Jepang, 60.000 Rumah Terdampak
Trump Peringatkan Netanyahu di Tengah Ketegangan soal Operasi Militer Israel di Lebanon
Trump Marahi Netanyahu Lewat Telepon, Sebut ‘Gila’ dan Ancam Penjara gegara Serangan ke Lebanon
Sorotan Media Singapura soal Kriminalitas Jakarta Tak Surutkan Minat Wisatawan, Justru Terpikat Rupiah Lemah