Pasukan Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah selatan Jalur Gaza pada Minggu, 19 Oktober 2025. Serangan ini disebut-sebut sebagai balasan atas tembakan roket dan peluncur granat yang dilancarkan oleh kelompok bersenjata Palestina dari kota Rafah.
Merespons insiden tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu langsung mengadakan rapat darurat dengan para pejabat keamanan. Dalam rapat itu, Netanyahu memerintahkan militer untuk mengambil tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran gencatan senjata. Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah ini tidak menandai dimulainya kembali perang secara penuh.
Di sisi lain, laporan dari badan pertahanan sipil Gaza yang dikelola Hamas dan rumah sakit setempat menyebutkan bahwa serangan udara terbaru Israel ini menewaskan sedikitnya 45 orang. Jumlah korban jiwa ini memperbarui data korban yang sebelumnya sudah tinggi akibat rentetan serangan dalam beberapa hari terakhir.
“Setidaknya 45 orang tewas akibat serangan udara Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza,” jelas Mahmud Bassal, juru bicara badan pertahanan sipil Hamas, seperti dikutip pada Senin, 20 Oktober 2025.
Sementara itu, Israel mengancam akan menutup perlintasan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir. Penutupan ini akan berlaku sampai Hamas menyerahkan sisa jenazah 28 sandera yang diyakini telah tewas. Dalam sepekan terakhir, Hamas telah menyerahkan 13 jenazah, yang sebagian besar telah diidentifikasi sebagai sandera Israel. Sebaliknya, Israel juga telah mengembalikan sekitar 150 jenazah warga Palestina ke Gaza, meski banyak di antaranya dalam kondisi yang sulit dikenali.
Dalam tahap pertama kesepakatan gencatan senjata, kedua belah pihak telah melakukan pertukaran 20 sandera hidup dengan sekitar 1.900 tahanan Palestina. Tahap berikutnya dari kesepakatan direncanakan akan membahas proses pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel dari beberapa wilayah di Gaza, serta pembentukan sebuah pemerintahan sementara yang didukung oleh komunitas internasional untuk mengelola wilayah yang porak-poranda akibat perang.
Di perkembangan terpisah, Hamas membantah tuduhan dari Amerika Serikat yang menyatakan bahwa kelompok tersebut berencana melancarkan serangan terhadap warga Gaza sendiri. Hamas menilai tuduhan itu sebagai sebuah “fitnah politik” dan balik menuduh Israel yang justru mendukung kelompok-kelompok bersenjata di wilayah yang berada di bawah kendali militernya. Selain itu, dilaporkan bahwa pejuang Hamas telah mengeksekusi sejumlah orang yang dituduh melakukan penjarahan bantuan dan bekerja sama dengan Israel.
Sumber: https://rmol.id/amp/2025/10/20/683737/serangan-baru-israel-ke-gaza-tewaskan-45-orang-
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang Tanker AS di Teluk Persia, Balas Penenggelaman Fregatnya
Rusia Tak Turun Tangan Langsung Bantu Iran Hadapi Serangan AS-Israel, Ini Analisis Pakar
Iran Serang Target AS dan Israel dengan Drone Murah Shahed-136, Jaringan Pasokan Sampai ke Indonesia
Kim Jong-un Tawarkan Rudal ke Iran dan Ancam Israel Usai Serangan AS