Prabowo Tegaskan Tanggung Jawab Penuh Atas Proyek Kereta Cepat Whoosh, PSI Beri Apresiasi
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pernyataan tegas Presiden Prabowo Subianto yang akan memikul tanggung jawab penuh atas kelangsungan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh.
Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, menilai pernyataan Presiden Prabowo mencerminkan sikap negarawan yang jernih dan bijaksana dalam memprioritaskan kepentingan rakyat.
Whoosh Sebagai Solusi Transportasi Nasional
Andy Budiman menegaskan bahwa kehadiran Kereta Cepat Whoosh sangat dibutuhkan sebagai solusi efektif untuk mengatasi kemacetan parah di jalur Jakarta-Bandung. Proyek infrastruktur strategis ini dinilai mampu memangkas waktu tempuh perjalanan antara kedua kota metropolitan tersebut secara signifikan.
Menanggapi isu yang beredar, Andy juga meluruskan bahwa proses restrukturisasi utang Whoosh merupakan hal yang wajar dalam pengelolaan proyek infrastruktur berskala besar dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
Pernyataan Tegas Presiden Prabowo Subianto
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara langsung meminta agar permasalahan seputar KCJB Whoosh tidak dijadikan alat politik. Beliau menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab sepenuhnya atas proyek kereta cepat pertama di Indonesia tersebut.
"Jangan dipolitisasi, jangan kita menari di gendangnya orang, mungkin ada pihak-pihak yang ingin selalu menimbulkan kecemasan rakyat," ucap Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat.
Presiden menyatakan telah mempelajari secara mendetail persoalan Whoosh dan memberikan jaminan kepada seluruh pihak, termasuk PT KAI, untuk tidak perlu khawatir. "Rakyat kita layani. Kita berjuang untuk rakyat kita, teknologi semua sarana itu tanggungjawab bersama. Dan itu diujungnya itu tanggungjawab Presiden RI. Jadi saya sekarang tanggungjawab Whoosh," tegasnya.
Whoosh Sebagai Public Service Obligation
Prabowo juga memberikan perspektif penting mengenai konsep layanan transportasi umum. Beliau menekankan bahwa proyek kereta cepat di seluruh dunia, termasuk Whoosh, tidak bisa hanya dikalkulasikan berdasarkan untung rugi semata.
Nilai utama dari sebuah transportasi umum terletak pada manfaat besar yang diberikannya bagi masyarakat luas. "Whoosh itu semua public transport diseluruh dunia jangan dihitung untung rugi, rugi nggak. Hitung manfaat nggak untuk rakyat? Di seluruh dunia begitu. Jadi namanya public service obligation," pungkas Presiden.
Pernyataan ini semakin mengukuhkan komitmen pemerintah dalam menyediakan infrastruktur transportasi modern yang mengutamakan pelayanan kepada publik.
Artikel Terkait
Investor Unggul Metro Timur Indonusa Suntik Dana ke Otto Media Grup untuk Dukung Branding Startup
Dokumen Bocor Ungkap Alokasi Dana Soros Rp28 Triliun untuk Program Demokrasi di Indonesia
Pengamat Pertanyakan Implikasi Restorative Justice Rismon Sianipar terhadap Kasus Ijazah Palsu
BGN Bekukan Dua Dapur Makan Bergizi Gratis di Ponorogo Diduga Manipulasi Anggaran