Lantai 2 Sekolah di Banyumas Ambruk Saat Syukuran Hari Guru, 21 Korban Dilarikan ke RS

- Rabu, 26 November 2025 | 03:25 WIB
Lantai 2 Sekolah di Banyumas Ambruk Saat Syukuran Hari Guru, 21 Korban Dilarikan ke RS

Lantai Dua Sekolah di Banyumas Ambruk Saat Syukuran Hari Guru, 21 Orang Dilarikan ke RS

Sebuah insiden tragis terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ketika lantai dua sebuah sekolah alam ambruk pada Selasa (25/11/2025) sore. Kejadian di Jalan Raya Baturaden ini mengakibatkan 21 orang harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Kronologi Kejadian Ambruknya Lantai Sekolah

Bencana struktur bangunan ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, tepat ketika puluhan guru sedang melaksanakan syukuran dan sesi foto bersama dalam rangka memperingati Hari Guru. Menurut keterangan saksi mata Ridho Pratama, para guru sedang berkumpul di satu titik untuk berfoto bersama ketika lantai kayu yang sudah lapuk tiba-tiba ambruk.

"Katanya lagi rapat evaluasi sekaligus tasyakuran Hari Guru," jelas Ridho di lokasi kejadian. Lantai kayu yang sudah tidak kokoh tersebut tidak mampu menahan beban puluhan orang, menyebabkan para guru terjatuh dari lantai dua.

Proses Evakuasi dan Kondisi Korban

Tim Palang Merang Indonesia (PMI) dan pemadam kebakaran segera melakukan evakuasi terhadap para korban. Banyak di antara mereka mengerang kesakitan selama proses evakuasi berlangsung. Kapolsek Purwokerto Utara, Kompol Margono, mengonfirmasi bahwa "Informasi awal dari sekuriti ini ada 21 orang korbannya."

Akibat kejadian ambruknya lantai sekolah ini, puluhan guru mengalami luka-luka, termasuk luka parah dan patah tulang. Mereka harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Ortopedi Purwokerto.

Penyelidikan dan Tindak Lanjut

Kepolisian bersama pihak terkait kini sedang menyelidiki penyebab pasti insiden ambruknya lantai sekolah di Banyumas ini. "Indikasi awal kami belum bisa menyampaikan penyebabnya karena kan kayu atau plafon atau apapun bentuknya kan harus dicek secara teknis," ujar Kompol Margono.

Pihak berwenang juga berupaya memastikan keamanan bangunan sekolah tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan dengan memeriksa kondisi struktur bangunan dan meminta keterangan dari berbagai pihak terkait.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar