Fachmy menilai kejadian ini adalah blunder lanjutan yang semakin menggerus kepercayaan masyarakat terhadap BNPB. Sebelumnya, Suharyanto sudah disorot karena pernyataannya yang dianggap meremehkan, bahwa kondisi bencana di Sumatera "hanya terlihat mencekam di media sosial".
Kombinasi pernyataan dan tindakannya ini memunculkan pertanyaan besar: jika pimpinan BNPB dinilai kurang serius dan tidak hadir di lokasi terdampak, bagaimana korban bisa berharap pada penanganan pemerintah yang optimal?
Desakan Evaluasi dan Pergantian Pimpinan BNPB
Kritik yang menguat mendorong desakan untuk evaluasi. Fachmy Harahap bahkan mendesak pemerintah pusat, khususnya Presiden, untuk mengevaluasi kinerja BNPB dan mempertimbangkan pergantian pimpinan jika diperlukan.
Gelombang protes sebelumnya juga datang dari anggota DPR, akademisi, dan tentu saja masyarakat terdampak yang merasa pernyataan dan sikap Suharyanto tidak mencerminkan keprihatinan yang seharusnya.
Artikel Terkait
Felix Siauw Kritik Prabowo Dukung Board of Peace: Kezaliman dan Penjajahan Gaya Baru
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Fakta Terbaru
Kisah Pilu Sudrajat: Rumah Ambrol & 3 Anak Putus Sekolah di Bogor, Begini Kondisinya
Kisah Sudrajat: Rumah Jebol & 3 Anak Putus Sekolah di Bogor, Ini Bantuan yang Diberikan