Masjid dan Pesantren Darul Mukhlisin Jadi Benteng Penahan Jutaan Kayu di Aceh Tamiang
Sebuah pemandangan dramatis terlihat dari udara di sekitar Pesantren Darul Mukhlisin, Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Aceh Tamiang. Bangunan ibadah dan pendidikan itu dikepung oleh jutaan batang kayu gelondong yang menghantam dindingnya. Yang lebih memilukan, di bawah tumpukan kayu raksasa itu, terkubur sebuah kampung yang hilang ditelan material.
Dalam peristiwa ini, masjid dan pondok pesantren tersebut secara tidak terduga menjadi penahan utama laju kayu-kayu yang berpotensi menghantam pusat kota, termasuk RSUD Aceh Tamiang. Kejadian ini viral di media sosial, dengan banyak netizen menyebut "Pesantren jadi benteng".
Anies Baswedan dan Arie K Untung Kunjungi Lokasi Bencana
Figur publik seperti Anies Baswedan telah mengunjungi lokasi pada Rabu (17/12). Dalam kunjungannya, Anies menyaksikan langsung dan berbincang dengan warga yang duduk di atas tumpukan kayu. "PP Darul Mukhlisin, pesantren yang jadi benteng saat bencana," tulis Anies.
Warga setempat menjelaskan, "Jadi semua kayu ini ditahan sama pesantren Pak." Anies pun menanggapi, "Ini jadi benteng rakyat di sini."
Tak ketinggalan, artis Arie K Untung juga mendatangi pesantren pada Jumat (19/12). Dalam unggahannya, Arie menyebut peristiwa ini sebagai "keajaiban Sang Khalik". Dia menegaskan bahwa bangunan pesantren milik Haji Wan itulah yang menyelamatkan satu kampung.
Duka Kampung yang Hilang dan Seruan Tanggung Jawab
Arie K Untung dengan gambaran menyampaikan keprihatinan mendalam. "Rumah kami di sana, kena kayu, hancur semua," ujar seorang warga dalam video yang direkam Arie, menunjuk tumpukan kayu setinggi sekitar 4 meter.
Arie juga menyoroti akar masalah. "Karena pohon-pohon itu semestinya masih di hutan. Andai yang nebangin mau tanggung jawab merelokasinya," katanya. Dia berharap pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang dianggap mengambil keuntungan namun meninggalkan musibah untuk warga.
Pesantren Penghafal Quran yang Kini Menjadi Simbol Ketangguhan
Di tengah musibah, ada harapan agar Pesantren Darul Mukhlisin yang dikenal sebagai penghafal Quran dapat kembali beraktivitas. "Semoga ada pihak yang mau membantu agar pesantren penghafal Quran ini bisa aktif lagi menjadi benteng akidah. Bukan benteng nyawa," tulis Arie.
Peristiwa ini dianggap sebagai simbol ketangguhan dan jawaban atas stigma negatif yang kerap dialamatkan ke pesantren. "Hari ini pesantren ini menjadi pembela image buruk pesantren... dengan sebuah simbol dari Yang Kuasa," pungkas Arie K Untung.
Artikel Terkait
Investor Unggul Metro Timur Indonusa Suntik Dana ke Otto Media Grup untuk Dukung Branding Startup
Dokumen Bocor Ungkap Alokasi Dana Soros Rp28 Triliun untuk Program Demokrasi di Indonesia
Pengamat Pertanyakan Implikasi Restorative Justice Rismon Sianipar terhadap Kasus Ijazah Palsu
BGN Bekukan Dua Dapur Makan Bergizi Gratis di Ponorogo Diduga Manipulasi Anggaran