Rismon Sianipar Minta Eggi Sudjana Minggir dari Kasus Ijazah Jokowi, Ini Penyebabnya

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:50 WIB
Rismon Sianipar Minta Eggi Sudjana Minggir dari Kasus Ijazah Jokowi, Ini Penyebabnya
Rismon Sianipar Minta Eggi Sudjana Minggir, Tanggapi Sindiran ke Roy Suryo

Rismon Sianipar Emosi, Minta Eggi Sudjana "Minggir" dari Kasus Ijazah Jokowi

PARADAPOS.COM - Rismon Sianipar, tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), memberikan reaksi keras terhadap koleganya, Eggi Sudjana. Hal ini dipicu pernyataan Eggi yang menyebut Roy Suryo "sok jagoan" dalam kasus tersebut.

Rismon secara tegas meminta Eggi Sudjana untuk minggir dari perjuangan yang sedang dilakukan. Permintaan ini disampaikan Rismon menanggapi video pernyataan Eggi yang muncul setelah status tersangkanya ditangguhkan Polda Metro Jaya dengan SP3.

Pujian Eggi Sudjana untuk Jokowi dan Sindiran ke Roy Suryo

Dalam kesempatan itu, Eggi Sudjana mengungkapkan pertemuannya dengan Presiden Jokowi sebelum adanya restorative justice. Eggi bahkan memuji akhlak Jokowi setelah pertemuan tersebut.

"Pak Jokowi akhlaknya bagus. Dia terima kita dengan baik, padahal dia merasa yang difitnah. Terkait akhlak, saya merasa Jokowi jauh lebih baik," kata Eggi.

Namun, di sisi lain, Eggi balik menyindir Roy Suryo dan kawan-kawan yang disebutnya merasa jagoan melawan Jokowi. "Kan ada Roy Suryo dan kawan-kawan yang merasa jagoan, dia lawan aja tuh," sindir Eggi.

Tanggapan Keras Rismon Sianipar

Melihat sikap Eggi, Rismon Sianipar menyatakan bahwa dirinya dan kawan-kawan tidak tergiring opini. "Kami tidak tergiring atau pun tidak terpengaruh sedikit pun ya kalau dibilang Bang Eggi Sudjana tadi dalam video. Ini bukan masalah sok jago ya," ujar Rismon dalam tayangan YouTube Metro TV, Sabtu (17/1/2026).

Rismon lalu mengungkit peran awal Eggi yang getol mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi. "Padahal beliau sendiri yang mengundang kami ke UGM 15 April 2025. Kok sekarang," ujarnya.

Klaim Perjuangan untuk Negara, Bukan Pribadi

Menurut Rismon, inti perjuangan ini bukan tentang sok jagoan, melainkan perbaikan sistem seleksi KPU di masa mendatang. "Urusannya dengan kita bernegara. Ini yang perlu kita luruskan. Bukan masalah sok jagoan," tegasnya.

Rismon juga mempersilakan Eggi untuk mundur jika tidak ingin melanjutkan perjuangan. "Silakan ke pinggir. Kami tidak mencibir. Silakan ke pinggir lapangan. Biarkan kami melanjutkan," kata Rismon dengan nada tinggi.

Dia menegaskan bahwa perjuangan ini dilakukan untuk kepentingan negara, bukan kepentingan pribadi. "Perjuangan ini untuk itu. Kalau saya kepentingan saya, saya mungkin minta maaf saja selesai," tukas Rismon Sianipar.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar