Rismon Sianipar Emosi, Minta Eggi Sudjana "Minggir" dari Kasus Ijazah Jokowi
PARADAPOS.COM - Rismon Sianipar, tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), memberikan reaksi keras terhadap koleganya, Eggi Sudjana. Hal ini dipicu pernyataan Eggi yang menyebut Roy Suryo "sok jagoan" dalam kasus tersebut.
Rismon secara tegas meminta Eggi Sudjana untuk minggir dari perjuangan yang sedang dilakukan. Permintaan ini disampaikan Rismon menanggapi video pernyataan Eggi yang muncul setelah status tersangkanya ditangguhkan Polda Metro Jaya dengan SP3.
Pujian Eggi Sudjana untuk Jokowi dan Sindiran ke Roy Suryo
Dalam kesempatan itu, Eggi Sudjana mengungkapkan pertemuannya dengan Presiden Jokowi sebelum adanya restorative justice. Eggi bahkan memuji akhlak Jokowi setelah pertemuan tersebut.
"Pak Jokowi akhlaknya bagus. Dia terima kita dengan baik, padahal dia merasa yang difitnah. Terkait akhlak, saya merasa Jokowi jauh lebih baik," kata Eggi.
Namun, di sisi lain, Eggi balik menyindir Roy Suryo dan kawan-kawan yang disebutnya merasa jagoan melawan Jokowi. "Kan ada Roy Suryo dan kawan-kawan yang merasa jagoan, dia lawan aja tuh," sindir Eggi.
Tanggapan Keras Rismon Sianipar
Melihat sikap Eggi, Rismon Sianipar menyatakan bahwa dirinya dan kawan-kawan tidak tergiring opini. "Kami tidak tergiring atau pun tidak terpengaruh sedikit pun ya kalau dibilang Bang Eggi Sudjana tadi dalam video. Ini bukan masalah sok jago ya," ujar Rismon dalam tayangan YouTube Metro TV, Sabtu (17/1/2026).
Rismon lalu mengungkit peran awal Eggi yang getol mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi. "Padahal beliau sendiri yang mengundang kami ke UGM 15 April 2025. Kok sekarang," ujarnya.
Klaim Perjuangan untuk Negara, Bukan Pribadi
Menurut Rismon, inti perjuangan ini bukan tentang sok jagoan, melainkan perbaikan sistem seleksi KPU di masa mendatang. "Urusannya dengan kita bernegara. Ini yang perlu kita luruskan. Bukan masalah sok jagoan," tegasnya.
Rismon juga mempersilakan Eggi untuk mundur jika tidak ingin melanjutkan perjuangan. "Silakan ke pinggir. Kami tidak mencibir. Silakan ke pinggir lapangan. Biarkan kami melanjutkan," kata Rismon dengan nada tinggi.
Dia menegaskan bahwa perjuangan ini dilakukan untuk kepentingan negara, bukan kepentingan pribadi. "Perjuangan ini untuk itu. Kalau saya kepentingan saya, saya mungkin minta maaf saja selesai," tukas Rismon Sianipar.
Artikel Terkait
Polisi Tetapkan Pria 26 Tahun sebagai Tersangka Video Viral Batang Membara
Dokter Tifa Klaim Punya 26 Lembar Dokumen Syarat Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014
KPK Geledah Kantor Imigrasi dan Rumah Tersangka Pemerasan Izin Tinggal WNA, Sita Uang Puluhan Juta
Kuasa Hukum Ajukan Sony Sonjaya sebagai Justice Collaborator, Ungkap 26 Nama di Kasus Korupsi MBG