Jokowi Ungkap Komunikasi dengan Pemimpin UEA, Situasi Timur Tengah Dinilai Penuh Ketidakpastian

- Sabtu, 04 April 2026 | 12:50 WIB
Jokowi Ungkap Komunikasi dengan Pemimpin UEA, Situasi Timur Tengah Dinilai Penuh Ketidakpastian

PARADAPOS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan upayanya menjalin komunikasi langsung dengan pemimpin Uni Emirat Arab (UEA) untuk memahami dinamika konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global. Dalam sebuah acara di Solo, Sabtu (4/4), Jokowi menceritakan percakapannya dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) yang terjadi tak lama setelah eskalasi militer di kawasan itu dimulai.

Percakapan Langsung dengan Pemimpin UEA

Menurut Jokowi, ia secara proaktif menghubungi MBZ untuk menanyakan prospek perdamaian dan stabilitas harga komoditas energi. Dari dialog tersebut, ia mendapat gambaran tentang kompleksitas dan ketidakpastian situasi.

"Saya telepon saat perang baru tiga hari, saya telepon kakak saya di UEA Yang Mulia MBZ. Saya tanya, 'Yang Mulia, kapan perangnya selesai'. Baru mulai perangnya, saya tanya kapan kira-kira perangnya selesai. Dijawab, enggak pasti dan enggak jelas," tutur Jokowi dalam sambutannya.

Pertanyaan mengenai fluktuasi harga minyak mentah dunia, yang sangat dipengaruhi oleh ketegangan di Timur Tengah, juga diajukan. Namun, jawaban yang diterima tetap sama: penuh ketidakpastian.

"Kemudian saya bertanya harga minyaknya akan sampai berapa, dijawab juga enggak pasti dan enggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangar rumit dan sulit sekali," ujarnya menambahkan.

Prediksi yang Sulit, Bahkan bagi Pihak Terdekat

Jokowi menekankan bahwa ketidakjelasan ini bahkan dirasakan oleh negara-negara yang berada dalam lingkaran konflik. Ia menyebut bahwa upaya klarifikasi lebih lanjut kepada seorang menteri UEA pun tidak menghasilkan prediksi yang lebih pasti mengenai durasi perang maupun normalisasi harga minyak.

"Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini. Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perang selesai dan harga minyak pada harga normal lagi," jelasnya.

Pertemuan dengan Dubes Iran dan Keprihatinan atas Situasi Kawasan

Sebelumnya, pada Rabu (1/4), Jokowi juga menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya. Pertemuan ini menjadi forum untuk bertukar pandangan mengenai dinamika regional yang memanas.

Dalam pertemuan itu, Jokowi menyampaikan perhatiannya terhadap situasi kemanusiaan dan keamanan. Ia menyatakan solidaritas dan penghormatan terhadap prinsip kedaulatan nasional.

"Saya menyampaikan simpati mendalam kepada rakyat Iran, serta menghormati keteguhan dalam mempertahankan kedaulatan nasional," kata Jokowi.

Di sisi lain, Dubes Boroujerdi memberikan penjelasan mendetail mengenai kondisi di lapangan, termasuk berbagai serangan yang menarget kawasan sipil serta infrastruktur vital di Iran. Ia mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas konsekuensi kemanusiaan dari serangan-serangan tersebut.

Latar belakang pertemuan ini adalah eskalasi militer yang terjadi akhir Februari lalu, yang memicu serangkaian aksi dan reaksi di kawasan. Ketegangan ini turut menyoroti kerumitan diplomasi dan besarnya tantangan untuk mengembalikan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar