PARADAPOS.COM - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), secara terbuka mendesak pemerintahan Prabowo Subianto untuk mengambil langkah stabilisasi ekonomi yang lebih agresif. Melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya pada Rabu, 10 Juni 2026, SBY menyoroti perlunya perlindungan terhadap daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengendalikan utang, serta mencegah lonjakan harga barang dan jasa yang dinilai dapat memukul kehidupan rakyat.
Pesan ini disampaikan di tengah gejolak pasar yang masih terasa, di mana kepercayaan investor menjadi salah satu isu krusial. SBY, yang pernah memimpin Indonesia saat krisis ekonomi global 2008-2009, tampak memberikan wejangan berdasarkan pengalamannya langsung menangani situasi serupa.
Stabilisasi Ekonomi dan Perlindungan Rakyat
Dalam unggahan panjangnya, mantan Presiden yang akrab disapa SBY itu membeberkan sejumlah prioritas yang harus segera dijalankan pemerintah. Ia tidak hanya menyoroti aspek fiskal, tetapi juga dampak sosial dari kebijakan ekonomi.
“Ke depan, hari-hari mendatang, kita berharap Pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi. Menyehatkan APBN kita. Membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah. Mencegah terjadinya kenaikan harga barang dan jasa yang bisa memukul kehidupan rakyat,” tulis SBY.
Kalimat tersebut menjadi penekanan utama bahwa kebijakan ekonomi tidak boleh hanya berorientasi pada angka makro, tetapi juga harus menyentuh langsung kebutuhan dasar warga negara. Ia mengingatkan bahwa tekanan ekonomi kerap kali berujung pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dampaknya sangat terasa di lapisan masyarakat bawah.
Memulihkan Kepercayaan Investor dan Menghentikan Spekulasi
Lebih lanjut, SBY menyoroti aspek kepercayaan pasar yang belakangan ini kerap menjadi sorotan analis. Menurutnya, komunikasi yang efektif antara pemerintah dan publik menjadi kunci untuk meredam spekulasi liar yang justru memperburuk situasi.
“(Pemerintah perlu) memulihkan kembali kepercayaan investor. Meningkatkan komunikasi yang lebih efektif sehingga kebijakan dan langkah pemerintah dimengerti oleh rakyat dan “market”. Menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian. Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kita yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM,” imbuhnya.
Penggunaan istilah “market” dalam pernyataannya menunjukkan bahwa ia memahami dinamika antara kebijakan domestik dan respons pasar modal. Di tengah gejolak nilai tukar dan indeks saham, seruan untuk menghentikan spekulasi ini menjadi relevan.
Pentingnya Dukungan Publik dan Persatuan
Jebolan AKABRI 1973 ini menegaskan bahwa segala kebijakan pemerintah tidak akan bermakna tanpa mendapat dukungan masyarakat. Ia mengaku memahami betul kompleksitas situasi karena pernah berada di posisi yang sama.
“Saya tahu, karena kenyang dalam menangani tekanan ekonomi seperti ini ketika memimpin Indonesia dulu, semua ikhtiar pemerintah ini tentu memerlukan waktu. Perlu dukungan publik yang lebih kuat. Ingat, “in crucial thing, unity”. “In important thing, dialogue” dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting,” tandas SBY.
Pernyataan terakhir ini seolah menjadi penutup yang filosofis. Dengan menyelipkan frasa berbahasa Inggris, SBY mengingatkan bahwa dalam situasi krusial, persatuan adalah harga mati. Dialog, menurutnya, harus menjadi wadah untuk menampung perbedaan pandangan yang konstruktif, bukan justru menjadi sumber perpecahan. Pesan ini jelas ditujukan tidak hanya kepada pemerintah, tetapi juga kepada seluruh elemen bangsa agar bersama-sama menghadapi tantangan ekonomi yang ada.
Artikel Terkait
KPK Kembali OTT, Seret Ketua Tim Pemeriksa BPK Sumsel dan Swasta
Panduan Praktis Kirim Barang Makassar-Jakarta: Tips Pilih Ekspedisi hingga Asuransi
Kapolri Akui Masih Sering Terima Titipan Anak Pejabat Lewat WA demi Lolos Seleksi Akpol
Polisi Tetapkan Pria 26 Tahun sebagai Tersangka Video Viral Batang Membara