paradapos.com - Di Sulawesi Tenggara, tepatnya di Pulau Buton, terdapat kota hasil pemekaran wilayah seluas 295,072 km² .
Kota dengan berbagai sektor perkebunan dan jasa ini bernama Kota Baubau.
Kota dengan nama unik ini memiliki penduduk sekitar 136.991 jiwa.
Baca Juga: 4 Daerah Terpadat di Sulawesi Tenggara: Kendari dan Baubau Berebut Posisi, Juaranya adalah...
Pada awal abad ke-15 (1401–1499), Kota Baubau muncul sebagai pusat Kerajaan Buton (Wolio).
Buton menjadi terkenal dalam Sejarah Nasional dan tercatat dalam naskah Negara Kertagama karya Prapanca pada tahun 1365 Masehi.
Pada masa pemerintahan Kerajaan Buton, terjadi perkembangan signifikan terutama di bidang Politik Pemerintahan.
Baca Juga: Di Indonesia Ada Daerah Bernama Baubau dan Wangiwangi, Ada Hubungannya dengan Aroma? Asal-usulnya...
Dilansir paradapos.com dari laman Kota Baubau di web.baubaukota.go.id, selama masa pemerintahan kesultanan, terjadi kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang politik dan pemerintahan.
Hal ini tercermin dalam pengesahan Undang-Undang Dasar Kesultanan Buton yang dikenal sebagai "Martabat Tujuh".
Undang-undang tersebut mengatur fungsi, tugas, dan posisi perangkat kesultanan dalam pelaksanaan pemerintahan.
Kejayaan masa Kerajaan/Kesultanan Buton yang berlangsung sekitar 600 tahun, mulai dari berdirinya pada tahun 1332 hingga berakhir pada tahun 1960, meninggalkan warisan berupa peninggalan sejarah, budaya, dan arkeologi yang gemilang.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Amnesty Tuding Pemerintahan Prabowo Gunakan Disinformasi Daring untuk Bungkam Kritik
KPK Temukan Rp12 Triliun Dana Program Makan Bergizi Gratis Mengendap di Rekening Mitra BGN
Menteri Pertahanan Tugaskan TNI AD Tanam Padi dan Jagung, TNI AL Produksi Kedelai demi Swasembada Pangan
Kuasa Hukum Dokter Tifa Yakin Kasus Ijazah Palsu Jokowi Tak Lanjut ke Sidang karena Belum Ada P21