Kepala Desa Kohod, Arsin, rupanya mengakui membuat dokumen palsu dalam penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Seritifkat Hak Milik (SHM) di Desa Kohod, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.
Namun, dalam membuat dokumen palsu itu, Arsin nampaknya tidak bekerja seorang diri.
"Kami yakin, ini juga ada proses-proses yang tentu saja proses-proses ini tidak bisa lurah (Kades) berdiri sendiri. Pasti ada kaitan-kaitannya, nah ini yang akan kita dalami," kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Rabu, 12 Februari 2025.
Kendati demikian, dalam proses penyidikan Djuhandani beserta penyidik lainnya mengedepankan asas praduga tak bersalah.
"Polri tetap profesional. Tetap mengedepankan praduga tak bersalah, dan nantinya pembuktian-pembuktian yang akan kita laksanakan," kata Djuhandhani.
Seperti diketahui, kasus pagar laut di Kabupaten Tangerang telah masuk ke tahap penyidikan dengan pemeriksaan 44 saksi, penggeledahan rumah dan kantor Arsin, serta penyitaan sejumlah barang bukti di antaranya 263 warkah tanah.
Sumber: rmol
Foto: Kepala Desa Kohod, Arsin/Net
Artikel Terkait
Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobil Usai Demo, Duga Ada Upaya Intimidasi
Sekretaris Kabinet: Harga Pertamax Masih Termurah di Asia Tenggara, Kecuali Malaysia
Pengamat Peringatkan Potensi Gejolak Sosial seperti 1998 Jika Pemerintah Tak Segera Benahi Ekonomi
Polisi Bongkar Alih Fungsi 7 Hektar Lahan Sawah Produktif Jadi Tambak Udang Ilegal di Batang, Negara Rugi Rp32 Miliar