PARADAPOS.COM - Belum lama ini kasus pelecehan dokter kandungan, M Syafril Firdaus (33) kembali menarik perhatian publik.
Seperti diketahui, M Syafril Firdaus telah diamankan pihak kepolisian lantaran telah melakukan tindak asusila.
Yang mana, dirinya terbukti telah lecehkan seorang pasien saat cek kandungan di kliniknya kawasan Garut, Jawa Barat (Jabar).
Usut punya usut, korban pelecehan M Syafril Firdaus ini ternyata bertambah menjadi 9 orang usai ditelusuri para penyidik.
Sebagaimana halnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media jpnn.com pada Kamis (1/5/2025).
Dalam artikelnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Jabar, Hasbullah Fudail turut menanggapi kasus tersebut.
Hasbullah menuturkan bahwa jumlah keseluruhan yang menjadi korban pelecehan dokter kandungan tersebut sebanyak 9 orang.
“Selama ini ternyata yang viral cuman satu, ternyata setelah dibuka hotline ada sembilan yang melapor,” jelasnya.
Seperti diketahui, kasus ini mencuat usai seorang korban membagikan pengalaman mengenaskan itu di media sosial.
Yang mana, pengalaman tersebut disampaikan korban melalui salah satu dokter sekaligus influencer, Mirza Mangku Anom.
Dalam pernyataan, sang korban mengaku telah mengalami pelecehan oleh diduga Syafril saat tengah cek kandungan.
“Dari awal sudah aneh, mungkin karena saya sendiri, tidak didampingi suami,” jelas korban yang dikutip dari portal Pojoksatu.id.
“Tapi dilecehin, payudara saya dimainin, saya juga ditahan kaya di video itu pake tangan, tetap aja tangan dr. Iril mainin,” lanjutnya.
Oleh karena itu, pihak kepolisian sontak mengambil langkah tegas dengan menangkap yang bersangkutan.
Hingga kini, publik masih menunggu hukuman apa yang akan ditimpakan kepada Syafril atas aksi bejatnya. ***
Sumber: pojoksatu
Artikel Terkait
Mantan Caleg di Cirebon Ditangkap, Ancam dan Rekam Kakek Lansia untuk Konten Asusila
Polda Jateng Bongkar Jaringan Penipuan Internasional di Solo, Libatkan Mantan Artis sebagai Model Video Call
Ray Rangkuti Kritik DPR Masuki Fase ‘5D Plus 1H’, Dinilai Lebih Sibuk Jadi Juru Bicara Pemerintah
Hasto: Jokowi Harus Pertanggungjawabkan Kebijakan, Bukan Sekadar Turun ke Bawah