Pengamat militer dan keamanan Selamat Ginting mengapresiasi langkah TNI Angkatan Laut yang berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dan kokain seberat 2.061 kg di wilayah Kepulauan Riau.
Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan pentingnya peran TNI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam penanganan kejahatan narkotika.
Namun, Ginting menilai pemerintah perlu lebih tegas dalam menyatakan bahwa Indonesia sedang dalam kondisi darurat narkoba.
"Mestinya Presiden Prabowo Subianto jangan tanggung-tanggung, juga mengumandangkan Indonesia darurat narkoba. Karena itu penanganan kasus narkoba mesti sinergitas, mesti melibatkan banyak pihak termasuk TNI," katanya di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu 28 Mei 2025.
Ginting juga mengkritik struktur kepemimpinan di BNN yang sejak awal berdiri selalu dipimpin oleh perwira polisi.
"BNN ini sesungguhnya adalah lembaga sipil tapi sejak awal berdiri sampai sekarang pimpinannya selalu polisi," sindirnya.
Ia menambahkan, penempatan personel polisi di pucuk pimpinan lembaga non-polisi perlu ditinjau ulang demi efektivitas penanganan narkoba secara menyeluruh.
"Saya kira juga perlu dievaluasi, apa iya perlu polisi terus?" tanya Ginting.
Sumber: rmol
Foto: Badan Narkotika Nasional (BNN)/Net
Artikel Terkait
KPU Serahkan Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor ke Penggugat
Ammar Zoni Ajukan Permohonan Grasi ke Presiden, Minta Rehabilitasi
Hyundai Targetkan Jual Lebih dari 2.000 Unit di IIMS 2026
Polisi Lombok Timur Selidiki Video Intim Diduga dari Posko KKN