Kontroversi Kunjungan Refly Harun dan dr. Tifa ke Makam Keluarga Jokowi: Tudingan Ibu Tiri dan Analisis Usia
Kunjungan Refly Harun dan dr. Tifa ke makam keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Karanganyar, Jawa Tengah, memicu gelombang kontroversi. Dalam aksi yang disebut sebagai "pencarian fakta", dr. Tifa melontarkan tudingan mengejutkan mengenai silsilah orang nomor satu Indonesia itu.
Tudingan dr. Tifa: Sudjiatmi Bukan Ibu Kandung Jokowi?
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun, dr. Tifa secara blak-blakan menyuarakan kecurigaannya bahwa mendiang Sudjiatmi Notomihardjo bukanlah ibu kandung Jokowi. Klaim ini disebutnya berdasarkan penelusuran dan keterangan warga lokal.
"Warga Solo mengatakan kalau ibu Sudjiatmi ini adalah ibu tiri dari Joko Widodo. Ada juga versi yang mengatakan ibu angkat," ujar dr. Tifa seperti dikutip dari konten YouTube Refly Harun.
Ia melanjutkan dengan menguraikan hipotesisnya, "Kalau ibu tiri kan konsepnya Pak Widjiatno Notomihardjo adalah bapak kandung Joko Widodo dan Ibu Sudjiatmi ini adalah salah satu istri dari Bapak Widjiatno Notomihardjo."
Analisis Selisih Usia yang Dinilai Tidak Lazim
Analisis dr. Tifa berlanjut dengan menyoroti kejanggalan yang ia anggap tidak lazim, yaitu selisih usia antara Jokowi dan ayahnya, Widjiatno Notomihardjo, yang hanya terpaut 19 tahun. Data ini menjadi pilar utama argumennya.
"Yang menarik dari tanggal kelahiran bapak Widjiatno Notomihardjo dan ibu Sujiatmi... Pak Widjiatno Notomihardjo ini lahir 30 Desember 1940. Sementara Pak Jokowi itu lahir 21 Juni 1961," jelasnya.
"Berarti Pak Widjiatno Notomihardjo kalau benar bapak dari Jokowi masih berusia 19 tahun waktu itu, kan gak lazim ya bapak 19 tahun," sambung dr. Tifa.
Berdasarkan temuannya itu, dr. Tifa menarik kesimpulan sementara yang berani: "Kita bisa berhipotesis bahwa ini bukan ibu kandung Joko Widodo, jadi ada ibu lagi."
Bantahan dan Klarifikasi dr. Tifa
Meski menuai tudingan miring, dr. Tifa membantah kedatangannya bertujuan buruk. Ia menegaskan kunjungan tersebut juga diisi dengan ziarah dan doa.
"Maka kami doakan agar arwah almarhum dan almarhumah dilapangkan kuburnya, diampuni segala dosa dan khilafnya... Jadi video ini sebagai klarifikasi fitnahan termul-termul yang bilang kami merusak makam," tulisnya di platform X.
Kecaman dari Berbagai Pihak
Aksi ini mengundang kecaman keras dari berbagai pihak. Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan, mempertanyakan relevansi kunjungan tersebut.
"Ada yang sangat menyedihkan, yang menyedihkan adalah teroris datang ke makam, ini hubungannya makam apa sih," ucapnya kepada wartawan.
Kritik lebih tajam datang dari Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, yang menuding tindakan tersebut tidak bermoral dan hanya mencari sensasi.
"Mereka kehabisan akal untuk menjelek-jelekkan dan memfitnah Pak Jokowi, akhirnya pergi ke makam yang entah apa relevansinya," kata Andy Budiman.
Respons Tenang dari Gibran Rakabuming
Di tengah gelombang kecaman, respons tak terduga justru datang dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Putra sulung Jokowi itu memilih menanggapi dengan kepala dingin dan ucapan terima kasih.
“Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian Pak Roy Suryo dan Ibu dr. Tifa yang sudah sengaja datang melakukan ziarah kubur dan mendoakan kakek nenek kami tercinta yang telah tiada,” ujar Gibran.
Kontroversi ini menjadi kelanjutan dari serangan Roy Suryo yang sebelumnya juga gencar mempersoalkan keaslian ijazah Jokowi, yang ia klaim 99,99 persen palsu setelah mendapatkan salinannya dari KPU.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Modus eTilang Palsu, Lima Tersangka Diamankan Diduga Dikendalikan dari China
PDIP Buka Data: 29% Anggaran Pendidikan Nasional Dialokasikan untuk Makan Bergizi Gratis
Dokumen Wawancara Saksi Kunci Kasus Epstein Dilaporkan Hilang dari Arsip Kehakiman AS
Ibu Tiri di Sukabumi Jadi Tersangka Penganiayaan hingga Tewaskan Anak Tirinya