Kontroversi JIS untuk Piala Dunia U17: Analisis Konflik Politik di Balik Penggantian Rumput
Indonesia mendapatkan hak istimewa menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Namun, rencana awal menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) terkendala karena venue tersebut telah terikat kontrak dengan event organizer untuk sebuah konser besar.
Sebagai solusi, PSSI pun beralih ke Jakarta International Stadium (JIS), sebuah stadion berkelas dunia yang dibangun di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Meski JIS telah mendapat pengakuan internasional, persoalan teknis berubah menjadi perdebatan politik yang memanas.
Dugaan Motif Politik di Balik Penilaian JIS
Banyak pengamat yang menduga ada motif politik di balik penolakan terhadap JIS. Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui tidak menyembunyikan ketidaksukaannya terhadap Anies Baswedan. Melalui para menterinya, dilakukan serangkaian manuver yang dianggap sebagai upaya sistematis untuk meredupkan setiap capaian yang identik dengan Anies.
Dalam peristiwa ini, Erick Thohir, yang menjabat sebagai Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI, memegang peran kunci. Kedatangannya ke JIS bersama para ahli untuk meninjau lapangan dinilai tidak transparan dan penuh rekayasa.
Artikel Terkait
Indonesia Stop Impor Solar 2026: Dampak, Target, dan Akhir Antrean Panjang di SPBU
KSPI dan Partai Buruh Tolak Penghapusan Pilkada Langsung, Khawatirkan Upah Buruh Tertekan
SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Fakta, Sindiran Yudo Sadewa, dan Kekayaan