Luhut Didesak Bangun Family Office Pakai Uang Pribadi, Purbaya: Jangan Andalkan APBN!

- Selasa, 14 Oktober 2025 | 05:25 WIB
Luhut Didesak Bangun Family Office Pakai Uang Pribadi, Purbaya: Jangan Andalkan APBN!
Berikut adalah hasil rangkuman ulang artikel tersebut dengan gaya penulisan yang lebih SEO-friendly:

Purbaya Tegas Tolak Usulan Luhut: Family Office Tak Akan Pakai APBN

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menolak membiayai proyek family office yang diusulkan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya menyatakan komitmennya untuk tidak mengalihkan anggaran negara ke proyek tersebut.

“Saya sudah dengar lama isu itu, tapi biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun saja sendiri. Saya anggarannya nggak akan alihkan ke sana. Saya fokus,” tegas Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin (13/10/2025).

Fokus APBN pada Efisiensi dan Tepat Sasaran

Purbaya menegaskan bahwa fokus utama Kementerian Keuangan saat ini adalah memastikan pengelolaan APBN berjalan secara efisien dan tepat sasaran. Ia menekankan prinsipnya bahwa anggaran harus diberikan untuk program yang sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

“Kalau kasih anggaran yang tepat, nanti pasti pelaksanaannya tepat waktu, tepat sasaran, dan nggak ada yang bocor. Itu saja,” ungkapnya.

Purbaya Pilih Tidak Terlibat dan Belum Pahami Konsep

Ketika ditanya apakah ia memberikan masukan terhadap rencana pembentukan family office tersebut, Purbaya menampik. Meski demikian, ia menyatakan harapan agar proyek itu dapat berhasil.

“Nggak, kalau mau saya doian lah,” ujarnya sembari tersenyum.

Lebih lanjut, Purbaya mengaku belum sepenuhnya memahami konsep family office yang kerap disinggung oleh Luhut. “Saya belum terlalu ngerti konsepnya walaupun Pak Ketua DEN sering bicara, tapi saya nggak pernah lihat. Jadi, saya nggak bisa jawab,” jelasnya.

Apa Itu Family Office dan Kaitannya dengan Bali?

Family office adalah sebuah entitas yang mengelola kekayaan pribadi bagi individu atau keluarga dengan aset sangat besar (ultra high net worth individual/UHNWI). Konsep ini sering dikaitkan dengan pusat keuangan seperti Singapura dan Hong Kong.

Wacana pembentukan family office di Indonesia, khususnya di Bali, mencuat sebagai bagian dari strategi DEN untuk menarik investasi dari kalangan konglomerat global.

Sumber artikel asli: Paradapos.com

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar