Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Bobroknya Birokrasi, ASN Cuek karena Anggap Jabatan Menteri Sementara
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya masalah serius dalam birokrasi, di mana banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat tinggi sering mengabaikan imbauan dari pimpinan. Hal ini terjadi karena mereka menganggap masa jabatan seorang menteri hanya bersifat sementara.
Dalam pernyataannya, Purbaya menyoroti sikap apatis para pegawai ASN hingga level petinggi terhadap teguran dan kebijakan baru. Mereka cenderung melanjutkan perilaku tidak disiplin karena merasa tidak akan menghadapi konsekuensi jangka panjang.
"Mereka nggak peduli. Jadi itu adalah behavior dari para birokrat, ganti menteri bodo amat kalau dimarahin diem aja. Dia pikir nanti empat tahun lagi juga ganti menteri," ujar Purbaya di Kemenkeu, Jakarta, pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam menghadapi perilaku semacam ini. Ia menyatakan kesiapannya untuk mengambil tindakan tegas, termasuk memecat pegawai yang terbukti melanggar.
"Sekarang nggak akan saya biarkan ya empat tahun lima tahun gue diganti tapi lu duluan yang diganti sama saya kalau masih melakukan seperti ini lagi," tegas Purbaya.
Pernyataan keras ini disampaikan Purbaya setelah menerima dan membacakan salah satu aduan dari kanal WhatsApp "Lapor Pak Purbaya". Aduan tersebut melaporkan bahwa sekelompok petugas Bea Cukai sering terlihat nongkrong di kedai kopi Starbucks sambil membicarakan urusan bisnis pribadi di jam kerja.
“Artinya mereka gak peduli, dianggapnya saya main-main," pungkas Purbaya.
Sumber artikel asli: https://rmol.id/read/2025/10/17/683555/banyak-asn-cuekin-perintah-menteri-karena-jabatan-sementara-
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)
Artikel Terkait
Aktivis Kampus dan HAM Terancam, dari Intimidasi Digital hingga Serangan Air Keras
Syekh Ahmad Al Misry Jadi Sorotan Terkait Inisial SAM dalam Laporan Pelecehan Seksual
Kapolda NTT Copot Dirresnarkoba Terkait Dugaan Pemerasan Rp375 Juta
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial