Luhut Usul Suntik Dana INA Rp 50 T, Purbaya Sindir: Buat Beli Obligasi Lagi, Buat Apa?

- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 13:50 WIB
Luhut Usul Suntik Dana INA Rp 50 T, Purbaya Sindir: Buat Beli Obligasi Lagi, Buat Apa?

Purbaya Yudhi Sadewa Ragukan Usulan Luhut Suntik INA Rp 50 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyuarakan keraguan serius terhadap usulan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, agar Indonesia Investment Authority (INA) mendapatkan suntikan dana tambahan sebesar Rp 50 triliun. Kekhawatiran utama Purbaya adalah dana tersebut tidak akan sampai ke sektor riil, melainkan hanya dialokasikan untuk membeli obligasi atau bond.

Purbaya menegaskan bahwa usulan dari Luhut hanya akan disetujui jika INA dapat membuktikan efektivitasnya dalam menyalurkan investasi ke sektor riil. Ia secara tegas menyatakan penolakannya jika dana tersebut hanya akan digunakan untuk instrumen utang.

Sebagai perbandingan, Purbaya mengkritik penempatan dana di Danareksa yang sebagian besar masih di obligasi. Ia menegaskan bahwa lembaga investasi pemerintah harus lebih agresif dalam mendorong perekonomian riil, bukan hanya berinvestasi dalam obligasi.

Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa INA, sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF), memiliki tugas penting untuk menarik investor asing. Dukungan dana baru hanya akan diberikan jika INA menunjukkan kebutuhan ekspansi yang nyata dan konkret, bukan sekadar untuk memperbesar portofolio obligasi.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti potensi besar INA sebagai SWF. Ia mengusulkan suntikan dana Rp 50 triliun per tahun yang menurutnya dapat berkembang menjadi Rp 1.000 triliun dalam lima tahun ke depan melalui mekanisme leverage.

Sumber: https://www.inews.id/news/nasional/luhut-minta-ina-disuntik-dana-rp50-triliun-purbaya-nanti-beli-obligasi-lagi-buat-apa

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar