Kapolri Serukan Solidaritas Nasional Kunci Hadapi Tantangan Global

- Selasa, 10 Maret 2026 | 08:50 WIB
Kapolri Serukan Solidaritas Nasional Kunci Hadapi Tantangan Global

PARADAPOS.COM - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyerukan pentingnya solidaritas nasional di tengah tantangan ekonomi global untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Ajakan ini disampaikan dalam acara silaturahmi dan safari Ramadhan bersama Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (19/3). Kapolri menekankan bahwa kekompakan seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah, masyarakat, dan kaum buruh, merupakan kunci untuk menghadapi dinamika dunia yang berdampak pada kondisi dalam negeri.

Solidaritas Kunci Hadapi Dampak Global

Dalam pidatonya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menguraikan bagaimana gejolak situasi internasional berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi domestik. Menghadapi realitas ini, ia menegaskan bahwa tidak ada pilihan lain selain bersatu padu. Pemerintah, menurutnya, telah aktif melakukan berbagai diplomasi perdamaian untuk menjaga perekonomian global dan Indonesia agar tetap stabil.

Selain upaya diplomasi, langkah strategis seperti mendorong swasembada pangan dan energi terus digalakkan. Tujuannya jelas: membangun kemandirian bangsa agar tidak terlalu bergantung pada negara lain. Untuk menyukseskan seluruh agenda pemerintah tersebut, Kapolri meyakini bahwa modal sosial berupa kebersamaan mutlak diperlukan.

"Saya meyakini saat kita bersama-sama solid semuanya, maka kondisi apapun, ancaman apa pun, kita akan bisa menghadapi dan tentunya berbagai macam program dalam rangka mempersiapkan kita untuk bisa mandiri, harus terus kita dorong, kita lakukan," tegasnya.

Dukungan untuk Iklim Investasi dan SDM

Lebih jauh, Kapolri juga menyoroti upaya pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Arus modal asing yang masuk diyakini dapat memberikan dorongan positif bagi perekonomian. Namun, hal itu harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam negeri.

Peningkatan kualitas SDM, tutur Sigit, adalah prasyarat agar Indonesia mampu bersaing secara sehat di kancah global. Sinergi antara iklim investasi yang baik dan tenaga kerja yang kompeten akan membentuk fondasi yang kokoh untuk pembangunan jangka panjang.

"Ini tentunya yang harus terus kita lakukan. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama satu tekad, satu langkah, satu barisan untuk menjaga agar Indonesia ini akan menjadi lebih baik untuk menyongsong Indonesia Emas 2045," pungkasnya menutup arahan.

Acara silaturahmi yang berlangsung dalam nuansa Ramadhan itu pun mengakhiri pesan utamanya: persatuan bukan sekadar wacana, melainkan sebuah tindakan kolektif yang harus diwujudkan oleh semua pihak untuk meraih cita-cita bangsa di masa depan.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar