Presiden Prabowo Kritik Kinerja Sebagian Pejabat di Tengah Tantangan Global

- Senin, 09 Maret 2026 | 12:50 WIB
Presiden Prabowo Kritik Kinerja Sebagian Pejabat di Tengah Tantangan Global

PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengkritik kinerja sebagian pejabat dan birokrat yang dinilainya mengecewakan, seraya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki kondisi bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara peresmian 218 jembatan di wilayah terdampak bencana di Sumatra, Senin (9/3/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengaitkan pentingnya kinerja pemerintahan yang solid dengan situasi global yang penuh dinamika dan ketidakpastian akibat sejumlah konflik bersenjata.

Kritik Terbuka terhadap Kinerja Pejabat

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo dengan lugas mengakui bahwa di tengah banyaknya aparatur negara yang bekerja dengan baik, masih terdapat unsur pimpinan tertentu yang performanya tidak memuaskan. Kinerja yang dinilai kurang bertanggung jawab ini, menurutnya, turut menyumbang pada berbagai kesulitan yang dihadapi Indonesia.

“Di satu pihak banyak petugas yang bekerja dengan luar biasa, di lain pihak masih ada di unsur-unsur pimpinan tertentu yang mengecewakan dari segi tanggung jawab kepada bangsa dan negara,” tuturnya.

Prabowo menegaskan bahwa dirinya sengaja menghindari narasi yang hanya manis dan menyenangkan. Ia memilih untuk bersikap transparan dalam menyampaikan kondisi riil yang dihadapi kepada publik, sebagai bentuk kesadaran akan kompleksitas tantangan yang ada.

Konteks Global yang Penuh Tantangan

Kritik terhadap birokrasi dalam negeri itu tidak disampaikan dalam ruang hampa. Presiden secara eksplisit menempatkannya dalam bingkai geopolitik global yang sedang bergejolak. Ia menggambarkan dunia saat ini penuh dengan dinamika berbahaya, di mana konflik bersenjata merebak di berbagai kawasan.

“Jangan kita bicara manis-manis dan baik-baik saja. Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya," ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo merinci rangkaian ketegangan global, dimulai dari perang di Ukraina hingga eskalasi di kawasan Timur Tengah. Ia mengingatkan bahwa dalam dunia yang semakin terhubung, dampak konflik di satu wilayah dapat dengan mudah merambat ke wilayah lain, meskipun secara geografis berjauhan.

“Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang yang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena. Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain,” jelas dia.

Penegasan Posisi Politik Luar Negeri Indonesia

Menghadapi turbulensi geopolitik tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia telah berada pada jalur yang tepat. Prinsip politik luar negeri bebas aktif dan non-blok, yang tidak memihak pada kekuatan negara mana pun, kembali diteguhkan sebagai pijakan.

“Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, non-blok. Kita tidak ingin ikut blok mana pun. Kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia,” tegas Prabowo.

Nilai penghormatan terhadap segala perbedaan itu, lanjutnya, tidak hanya diterapkan di dalam negeri melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika, tetapi juga menjadi panduan dalam pergaulan internasional. Prinsip inilah yang diyakini menjadi fondasi bagi perdamaian dan kerukunan yang dinikmati Indonesia saat ini, di tengah keberagaman kelompok etnis yang hidup berdampingan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar