DTSEN Genap Satu Tahun, Fokus Beralih ke Ground Check 11 Juta Penerima Bantuan

- Jumat, 20 Februari 2026 | 13:50 WIB
DTSEN Genap Satu Tahun, Fokus Beralih ke Ground Check 11 Juta Penerima Bantuan

PARADAPOS.COM - Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) telah memasuki usia satu tahun sejak resmi diberlakukan pada 19 Februari 2025. Kebijakan yang diamanatkan melalui Instruksi Presiden ini dirancang untuk menciptakan basis data tunggal yang terintegrasi dan akurat, guna mendukung perencanaan hingga penyaluran program pemerintah, termasuk bantuan sosial, agar lebih tepat sasaran. Peringatan satu tahun ini dirayakan dengan simbolis di Kantor Kementerian Sosial, Jumat (20/2), meski pelaksanaan pemutakhiran data melalui ground check justru sedang berjalan intensif.

Peringatan Simbolis di Awal Tahun Kedua

Acara peringatan satu tahun DTSEN berlangsung di Kantor Kementerian Sosial dengan suasana yang cukup sederhana. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyerahkan kue tart kepada Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul. Hadir pula dalam kesempatan itu Wakil Kepala BPS dan Wakil Menteri Sosial. Mengingat peristiwa tersebut bertepatan dengan bulan Ramadan, kue tart tidak langsung dipotong dan disantap bersama. Di balik simbol perayaan tersebut, fokus utama justru tertuju pada komitmen untuk terus mematangkan sistem database nasional ini.

Dalam kesempatan itu, Menteri Sosial Gus Ipul menekankan bahwa kualitas DTSEN terus menguat seiring proses pemutakhiran data yang berkelanjutan. Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan pemerintah desa dan interoperabilitas data antar kementerian.

"DTSEN semakin solid karena pemutakhiran berkelanjutan. Ke depan melibatkan desa. Kalau dimutakhirkan terus dan tersambung dengan data kementerian lain, akan lebih presisi," tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima media.

Ground Check Intensif untuk Presisi Data

Di sisi lain, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memberikan penjelasan rinci mengenai upaya teknis pemutakhiran data yang sedang digelar. Menurutnya, proses verifikasi lapangan atau ground check sedang dilaksanakan dalam dua tahap yang berjalan paralel, dengan target waktu yang ketat.

Tahap pertama, yang telah dimulai, difokuskan pada peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional yang menderita penyakit katastropik atau kronis. Proses ini melibatkan pelatihan pendamping sebelum turun ke lapangan.

"Ground check tahap pertama ini akan dilakukan kepada 106.153 individu atau kira-kira 104.000 keluarga," jelas Amalia.

Sementara itu, tahap kedua telah dipersiapkan dan rencananya akan dimulai setelah periode libur Lebaran. Cakupan verifikasi pada tahap ini jauh lebih luas, menyasar seluruh peserta PBI yang dinonaktifkan serta peserta non-penderita penyakit kronis.

"Jadi diperkirakan akan selesai di akhir bulan April untuk yang tahap kedua, di mana tahap kedua ini ground check untuk sekitar 11 juta individu atau kalau kita konversi kepada keluarga kira-kira 5,9 juta keluarga," pungkasnya.

Menuju Database yang Lebih Terintegrasi

Pemerintah menegaskan bahwa pemutakhiran data secara berkala ini merupakan kunci utama untuk meningkatkan presisi DTSEN. Basis data yang solid dan selalu diperbarui diharapkan dapat menjadi fondasi yang andal bagi berbagai kebijakan strategis. Ke depan, integrasi dengan data dari tingkat desa serta konektivitas yang mulus antar database kementerian dan lembaga menjadi tantangan sekaligus tujuan yang harus diwujudkan. Keberhasilan dalam hal ini akan menentukan sejauh mana program-program pemerintah, terutama bantuan sosial, benar-benar dapat menyentuh mereka yang paling membutuhkan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar