Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi, Harga BBM Subsidi Dipertahankan

- Senin, 09 Maret 2026 | 13:25 WIB
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi, Harga BBM Subsidi Dipertahankan

PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menanggapi tren kenaikan harga minyak dunia yang menembus level 100 dolar AS per barel dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada energi. Dalam pidatonya, Senin (9/3/2026), Prabowo menyatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi bahan bakar nabati (biofuel) dari sumber daya lokal seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu sebagai solusi jangka panjang.

Optimisme Swasembada Energi dari Bahan Nabati

Dalam acara peresmian 218 jembatan secara virtual, Presiden Prabowo mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) secara mandiri. Ia menekankan bahwa perjuangan untuk swasembada energi telah menjadi fokusnya selama bertahun-tahun. Potensi alam Indonesia, menurutnya, adalah karunia yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

"Masalah BBM, bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi," tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan visinya untuk memanfaatkan komoditas pertanian yang melimpah. Optimisme ini didasari pada kondisi geografis dan agroklimat Indonesia yang mendukung.

"Dan kita memiliki karunia besar dari Yang Maha Kuasa, bahwa kita nanti mampu kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman kita, dari kelapa sawit, dari singkong, dari jagung, dari tebu," jelasnya.

Kebijakan Harga dan Strategi Stabilisasi

Sementara itu, sebagai langkah antisipasi dampak gejolak harga global terhadap masyarakat, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan kepastian. Ia menegaskan bahwa harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar akan dipertahankan setidaknya hingga periode Lebaran 2026 mendatang. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada hari yang sama, meskipun tekanan dari kenaikan harga minyak mentah dunia terus membayangi.

"Saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga, karena sampai dengan hari raya ini Insyaallah enggak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi," ungkap Bahlil.

Percepatan Program Biofuel sebagai Solusi Jangka Panjang

Di luar kebijakan stabilisasi harga, pemerintah juga menyiapkan strategi struktural untuk ketahanan energi. Menteri Bahlil mengungkapkan rencana percepatan implementasi mandatori B50, yaitu campuran 50% biodiesel dalam solar, dan penerapan E20 yang mencampur bensin dengan 20% etanol. Langkah ini dinilai tidak hanya sebagai bentuk efisiensi, tetapi juga sebagai strategi untuk menghemat devisa di tengah ketidakpastian pasar global.

Dari perspektif ekonomi energi, pencampuran bahan bakar nabati dianggap lebih menguntungkan ketika harga minyak fosil melonjak tinggi. Analisis biaya menunjukkan keunggulan komparatif program ini dalam situasi saat ini.

"Kalau harga minyaknya fosil bisa melampaui 100 dolar AS per barel, maka itu lebih murah," lanjutnya.

Dengan demikian, respons pemerintah terhadap gejolak energi global mencakup dua pendekatan: perlindungan langsung kepada masyarakat melalui stabilisasi harga dan pembangunan fondasi yang lebih kokoh melalui pengembangan energi terbarukan berbasis sumber daya domestik.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar