Trans-Jakarta Tindak Komisaris yang Ancam "Gorok Leher Orang"
Manajemen PT Transportasi Jakarta (Trans-Jakarta) memberikan tanggapan resmi terkait video viral yang memperlihatkan salah seorang komisarainya, Muhammad Ainul Yakin, mengancam akan "menggorok leher" seseorang dalam sebuah orasi. Insiden ini menjadi sorotan publik dan menuai kritik luas di media sosial.
Pernyataan Resmi Trans-Jakarta: Itu Pandangan Pribadi
Komisaris Utama Trans-Jakarta, Letjen TNI (Purn) Untung Budiharto, dengan tegas menyatakan bahwa pernyataan kontroversial Ainul Yakin merupakan pandangan pribadi. Lebih lanjut, Untung menegaskan bahwa pernyataan tersebut sama sekali tidak mewakili sikap atau kebijakan resmi perusahaan Trans-Jakarta.
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Trans-Jakarta menyatakan komitmen penuhnya untuk menjaga netralitas, profesionalitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika, toleransi, dan kebhinekaan dalam setiap aktivitas dan komunikasi publik perusahaan.
Langkah Internal Segera Dijalankan
Menanggapi kejadian ini, pihak Trans-Jakarta mengumumkan akan segera mengambil langkah-langkah internal. Rencananya, Dewan Komisaris bersama dengan Direksi akan melakukan proses klarifikasi mendalam terhadap Muhammad Ainul Yakin.
Tujuan dari langkah ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh jajaran perusahaan, tanpa terkecuali, selalu mematuhi prinsip-prinsip good corporate governance (tata kelola perusahaan yang baik) dan senantiasa menjaga martabat serta nama baik lembaga.
Kronologi Ancaman yang Viral
Video yang menyebar luas tersebut merekam momen ketika Ainul Yakin berorasi di depan Kantor Trans7. Orasi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap salah satu program stasiun televisi tersebut yang dinilai telah menyinggung pondok pesantren dan ulama.
Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik itu, terlihat Ainul Yakin menyampaikan ancaman eksplisit. Ia menyatakan, "Salah satu tugas Ansor dan Banser adalah menjaga kiai, ulama, dan pondok pesantren. Apabila ada kiai, ulama kita dihina, maka Ansor dan Banser akan menjadi garda terdepan... Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian... Halal darah kalian apabila kalian mengolok-olok ulama Nahdlatul Ulama."
Pernyataan inilah yang kemudian memicu gelombang kecaman dan diskusi publik mengenai batasan kebebasan berpendapat dan etika seorang pejabat perusahaan publik.
Di akhir pernyataannya, Untung Budiharto kembali menegaskan komitmen Trans-Jakarta untuk tetap fokus memberikan pelayanan transportasi terbaik bagi seluruh warga Jakarta, tanpa memandang perbedaan latar belakang suku, agama, ras, atau golongan.
Sumber artikel asli: https://mediaindonesia.com/megapolitan/822462/trans-jakarta-akan-tindak-komisarisnya-yang-ancam-gorok-leher-orang
Artikel Terkait
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial
Pemuda Tewas Dibunuh di Kamar Penginapan Medan, Jenazah Dibuang ke Sungai
Polisi Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, DPR Desak Penanganan sebagai Percobaan Pembunuhan
Menteri Keuangan Buka Opsi Naikkan Batas Defisit APBN di Atas 3 Persen