Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Ijazah Jokowi dari KPU: Tanda Tangan Misterius Ditutupi!

- Jumat, 24 Oktober 2025 | 13:25 WIB
Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Ijazah Jokowi dari KPU: Tanda Tangan Misterius Ditutupi!

Roy Suryo Beberkan Kejanggalan Ijazah Jokowi dari KPU: Tanda Tangan Ditutup dan Diklaim 99,9% Palsu

Pakar telematika sekaligus mantan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Roy Suryo, kembali mengungkap sejumlah kejanggalan dalam salinan ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM milik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kronologi Roy Suryo Mendapatkan Salinan Ijazah Jokowi

Roy Suryo mengaku telah menerima salinan ijazah kuliah Jokowi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada awal Oktober 2025. Salinan dokumen ini didapatkannya sebelum acara bedah buku "Jokowi's White Paper" di Gedung Umat Islam Solo pada Jumat (3/10/2025). Dokumen tersebut merupakan salinan ijazah yang telah dilegalisir dan digunakan sebagai persyaratan calon presiden.

Kejanggalan dalam Salinan Ijazah Jokowi

Setelah tiga pekan menganalisis, Roy Suryo mengungkap beberapa hal janggal dalam salinan ijazah tersebut:

1. Bagian Tertentu Ditutup

Roy menemukan bahwa beberapa bagian salinan ijazah Jokowi ditutup oleh KPU RI, termasuk tanda tangan, tanggal lahir, dan informasi lainnya. Menariknya, metode penutupan ini berbeda dengan versi sebelumnya.

2. Perbedaan Proporsi dan Posisi Cetak

Meski tanda tangan ditutup, Roy menyatakan masih bisa menganalisis aspek proporsi dan dimensi dokumen. Dia mencurigai posisi logo dan teks pada ijazah Jokowi tidak lazim ketika dibandingkan dengan ijazah alumni lain yang lulus pada periode sama.

3. Klaim 99,9% Ijazah Palsu

Roy Suryo dengan yakin menyatakan bahwa salinan ijazah Jokowi yang didapat dari KPU RI sama dengan salinan yang dia teliti sebelumnya. Dia menyimpulkan: "Ijazah itu 99,99 persen palsu."

Argumentasi Roy Suryo tentang Keterbukaan Informasi Ijazah

Roy bersikukuh bahwa ijazah merupakan dokumen yang boleh ditunjukkan kepada publik, berbeda dengan KTP yang memuat data sensitif seperti NIK. Menurutnya, ijazah tidak termasuk informasi yang dikecualikan dari keterbukaan informasi publik.

Rencana Tindak Lanjut

Roy menyebut bahwa Bonatua Silalahi akan mengecek lebih lanjut mengapa ada perbedaan dalam penutupan bagian-bagian tertentu pada ijazah tersebut. Timnya juga akan menganalisis lebih detail proporsi, batas kanan-kiri, dan dimensi dokumen.

Sumber: Tribunnews

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar