Viral Mobil MBG Angkut Genteng, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi
Sebuah video yang menunjukkan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) digunakan untuk mengangkut genteng menjadi viral di media sosial. Video ini memicu sorotan netizen terhadap kebersihan dan penyalahgunaan aset negara.
Dalam video yang beredar, terlihat beberapa tukang bangunan sedang mengeluarkan genteng dari dalam mobil pick up berwarna putih yang pada bodinya tertulis "Badan Gizi Nasional" dan dilengkapi logo Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Seorang yang merekam video tersebut terdengar menyindir, Maksud e ngono kae piye. Dong opo ora kae? MBG loh bos. MBG kok nggo ngangkut ngono kae.
yang artinya mempertanyakan kelayakan mobil program penting digunakan untuk keperluan angkut material bangunan.
Video yang diunggah ulang oleh akun X @Jateng_Twit ini viral dengan meraih ribuan retweet dan likes.
Setelah ditelusuri, kejadian tersebut terjadi di SMK Islam 1 Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Menanggapi viralnya video ini, Kepala Sekolah SMK Islam 1 Durenan, Mukholis Ridwan, memberikan klarifikasi.
Mukholis menjelaskan bahwa tidak ada instruksi dari sekolah mengenai penggunaan mobil tersebut. Ia menyatakan bahwa saudaranya, yang bertindak sebagai pelaksana pembangunan sekolah, meminjam mobil SPPG tanpa izin resmi untuk mengangkut 50 genteng dari Kamulan ke sekolah.
Kepala sekolah juga menegaskan bahwa mobil SPPG tersebut sebenarnya belum beroperasi karena masih dalam proses pembangunan sarana penunjangnya.
Reaksi Netizen atas Penyalahgunaan Mobil MBG
Viralnya video ini menuai berbagai reaksi dan kritik pedas dari netizen:
- Banyak netizen yang menyoroti potensi penyalahgunaan aset negara dan menuntut adanya sanksi.
- Keterkaitan keluarga antara kepala sekolah dan pelaksana proyek pembangunan juga dipertanyakan, dengan sejumlah komentar yang menyinggung indikasi KKN.
- Netizen lain mengkritik tingkat kebersihan mobil yang seharusnya digunakan untuk mengangkut bahan makanan bergizi.
- Tidak sedikit pula yang membuat sindiran-sindiran kreatif terkait insiden ini.
Klarifikasi dari kepala sekolah ini justru semakin menyulut perhatian publik, yang mempertanyakan akuntabilitas dan tata kelola aset pemerintah yang seharusnya digunakan untuk kepentingan dinas dan pelayanan publik.
Artikel Terkait
Harga Pertamax Rp 16.250 per Liter, Sekretaris Kabinet Sebut Masih Termurah di Asia Tenggara
Kejagung Belum Pastikan Status Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobil Usai Demo, Duga Ada Upaya Intimidasi
Sekretaris Kabinet: Harga Pertamax Masih Termurah di Asia Tenggara, Kecuali Malaysia