Dalam reshuffle 27 Juli 2016 tersebut, tercatat beberapa menteri lainnya juga diganti, termasuk Rizal Ramli, Marwan Jafar, Sudirman Said, Saleh Husin, Anies Baswedan, Yuddy Chrisnandi, dan Ferry Mursidan Baldan.
Mahfud MD Bongkar Alihkan Proyek dari Jepang ke China
Sebelumnya, Mantan Menko Polhukam Mahfud MD telah mengungkapkan fakta penting terkait proyek Whoosh. Dalam podcast di kanal YouTube Mahfud MD Official, ia menuturkan bahwa proyek ini awalnya ditawarkan kepada Jepang dengan skema Government to Government (G2G).
"Dulu pada awalnya, rencana kereta api cepat yang kemudian bernama Whoosh ini adalah perjanjian G2G antara Pemerintah Jepang dengan Pemerintah Indonesia," jelas Mahfud.
Ia menambahkan, berdasarkan hitungan ahli dari UI dan UGM, proyek ini bisa dibangun dengan bunga pinjaman hanya 0,1 persen dari Jepang. Namun tiba-tiba, setelah Jepang meminta kenaikan sedikit, pemerintah membatalkannya dan memindahkan proyek ke China.
Penolakan Ignasius Jonan karena Tidak Layak Ekonomi
Mahfud MD juga menyoroti sikap sejumlah pihak yang sejak awal menilai proyek Whoosh tidak layak dijalankan, termasuk mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan pakar transportasi Agus Pambagio.
Menurut Mahfud, Jonan sempat menolak proyek tersebut karena dianggap tidak feasible atau tidak layak secara ekonomi.
"Ketika mau dipindah ke China, waktu itu Menteri Perhubungan, Pak Ignasius Jonan, menyatakan tidak setuju. 'Ini tidak feasible', kata Pak Jonan. Pak Jonannya dipecat, digantikan," tegas Mahfud MD.
Artikel Terkait
Kisah Pilu Sudrajat: Rumah Ambrol & 3 Anak Putus Sekolah di Bogor, Begini Kondisinya
Kisah Sudrajat: Rumah Jebol & 3 Anak Putus Sekolah di Bogor, Ini Bantuan yang Diberikan
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM?
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Hukum Internasional?