Kisah Randika Alzatria Syaputra: Tewas Kelaparan & Fakta Surat BROKEN HOME yang Viral

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 12:50 WIB
Kisah Randika Alzatria Syaputra: Tewas Kelaparan & Fakta Surat BROKEN HOME yang Viral
Kisah Randika Alzatria Syaputra: Tewas Kelaparan dan Surat 'BROKEN HOME' - Paradapos.com

Kisah Randika Alzatria Syaputra: Tewas Kelaparan dan Surat 'BROKEN HOME' yang Menyentuh

PARADAPOS.COM - Seorang pemuda berusia 28 tahun, Randika Alzatria Syaputra, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di Cilacap. Diduga, penyebab kematiannya adalah kelaparan.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Randika sempat menuliskan sebuah surat yang berisi data dirinya. Ia meminta surat tersebut diantarkan kepada keluarganya. Surat itu ditulis dengan judul "BROKEN HOME".

Isi Surat Terakhir Randika Alzatria Syaputra

Dalam suratnya, Randika mencantumkan identitas keluarganya dengan jelas:

“PAK/IBU TOLONG ANTARKAN KE SINI

Papa: ALM. EDY ALHAKIM

Mama: RINA SUSANTI

Saya: RANDIKA ALZATRIA SYAHPUTRA (RANDI)"

Alamat yang diminta untuk pengantaran jenazah adalah alamat kakek dan neneknya di Palembang. Surat itu juga menyebutkan beberapa nama anggota keluarga inti lainnya.

Latar Belakang Keluarga dan Keputusan Pemakaman

Berdasarkan informasi dari Yulita Kartika Sari, Ketua RT setempat, ibu Randika tinggal di Bogor dan telah menikah lagi. "Jadi mungkin itu alasan dia keluar dari rumah, saya tidak bisa memastikan. Hanya dia dan keluarga yang tahu," ujarnya.

Setelah berkoordinasi, keluarga memutuskan untuk memakamkan jenazah Randika di Bogor, meskipun dalam suratnya ia meminta dimakamkan di Palembang. "Mungkin karena keterbatasan ongkos dan jarak, jadi diputuskan dia dimakamkan di Bogor. Lagian itu kan tempat ibunya," jelas Yulita.

Hasil Pemeriksaan Kepolisian

Kepolisian setempat memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas obat-obatan pada tubuh Randika. Hal ini menguatkan dugaan bahwa kematiannya disebabkan oleh kelaparan.

Riwayat Viral Randika di Tahun 2023

Pada tahun 2023, Randika sempat viral setelah menyerahkan diri ke Polres Lubuklinggau. Ia mengaku mencuri sepeda motor Honda Beat pada tahun 2019. "Saya hanya ingin hidup tenang," kata Randika kala itu.

Namun, setelah pemeriksaan mendalam, polisi menemukan bahwa pengakuannya adalah bohong. Kanitreskrim Polsek Lubuklinggau Barat, Ipda Fakhrudin, menyatakan bahwa Randika kebingungan saat diminta menunjukkan lokasi pencurian. "Dia hanya bilang mengambil motor di pinggir sungai tapi sungai mana tak tahu," jelasnya.

Diduga, Randika berbohong agar dipenjara sehingga mendapatkan tempat tinggal dan makan gratis. "Kira-kira ada yang bisa memberi makan gratis seperti itu. Soal saya lihat lebih kepada depresi," tambah Ipda Fakhrudin. Akhirnya, Randika dibawa ke Dinas Sosial (Dinsos) Lubuk Linggau untuk dipulangkan ke daerah asalnya.

Randika mengaku melakukan "aksi pencurian" untuk bertahan hidup. "Motor Beat saya ambil terus dijual," katanya. Ia berharap dapat hidup lebih tenang setelah menjalani hukuman.

Kisah hidup Randika Alzatria Syaputra berakhir tragis, meninggalkan cerita pilu tentang perjuangan hidup dan latar belakang keluarga yang rumit.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar