PARADAPOS.COM - Seorang anak perempuan warga negara Indonesia (WNI) berusia enam tahun meninggal dunia setelah tertabrak mobil di kawasan Chinatown, Singapura, pada Jumat (6/2). Ibunya juga menjadi korban dalam insiden yang terjadi di luar tempat parkir tersebut. Pengemudi mobil, seorang wanita, telah ditangkap pihak berwajib setempat.
Suasana Mencekam di Lokasi Kejadian
Suasana panik dan duka langsung menyelimuti lokasi tak lama setelah benturan terjadi. Seorang saksi mata, Nguyen Thi Hanh, mengabadikan momen-momen penanganan darurat pasca-kecelakaan. Dalam rekaman yang diunggahnya, terlihat seorang pria yang diduga ayah dari korban menangis sambil memeluk tubuh sang anak yang tak sadarkan diri. Di sekitarnya, petugas medis berusaha memberikan pertolongan pertama dengan sigap. Satu unit mobil terparkir tak jauh dari tempat itu, dengan pengemudi wanita masih berada di dalam.
Kronologi Menurut Kesaksian Saksi Mata
Nguyen, yang menyaksikan langsung seluruh kejadian, menjelaskan detik-detik awal insiden. Menurut penuturannya, kecelakaan ini diduga kuat disebabkan oleh ketidakfaktoran sang pengemudi saat akan keluar dari area parkir.
"Seorang wanita sedang mengemudi keluar dari tempat parkir. Dia tidak melihat pejalan kaki di sebelah kanannya, dia hanya melihat ke kiri ketika berbelok ke kanan," ungkap Nguyen.
Manuver itu berakibat fatal. Mobil tersebut langsung menabrak ibu dan anak yang sedang berjalan kaki. Nguyen menegaskan bahwa pada saat kejadian, hanya kedua korban tersebut yang bersamanya di lokasi.
"Pada saat kecelakaan, suaminya tidak bersamanya, hanya ibu dan anak perempuannya, dengan saya di belakang mereka," jelasnya.
Respons Keluarga dan Pengemudi
Sekitar dua menit setelah insiden, sang ayah tiba di tempat kejadian. Situasi pun semakin mencekam. Nguyen menceritakan bahwa pria tersebut meminta pengemudi wanita untuk keluar dari mobilnya. Sang pengemudi kemudian berusaha memberikan penjelasan kepada ayah korban.
Menurut kesaksian Nguyen, pengemudi berusaha meyakinkan bahwa 'dia tidak melakukan kesalahan apa pun'. Pernyataan ini tentu saja berbenturan dengan kepanikan dan kesedihan mendalam yang dirasakan keluarga korban di lokasi.
Insiden tragis ini kini sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian Singapura. Dukungan juga diberikan oleh perwakilan Indonesia di Singapura untuk mendampingi keluarga korban dan memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.
Artikel Terkait
Jaecoo Libatkan Konsumen Langsung untuk Rancang Personalisasi J5 EV di IIMS 2026
Gubernur Bali Dorong Peningkatan Penjualan Arak Lokal di Bandara Ngurah Rai
Israel Sahkan Kebijakan Baru Percepatan Ekspansi Permukiman di Tepi Barat
IHSG Melemah Tipis di Tengah Tekanan Obligasi dan Outlook Negatif Moodys