VinFast Andalkan Layanan Purnajual untuk Bangun Kepercayaan di Pasar Mobil Listrik Indonesia

- Senin, 09 Februari 2026 | 11:00 WIB
VinFast Andalkan Layanan Purnajual untuk Bangun Kepercayaan di Pasar Mobil Listrik Indonesia

PARADAPOS.COM - Dalam persaingan global kendaraan listrik yang semakin sengit, VinFast, pabrikan asal Vietnam, mengambil pendekatan berbeda dengan menjadikan layanan purnajual sebagai pilar utama strateginya di Indonesia. Langkah ini diambil untuk menjawab kekhawatiran umum konsumen di pasar yang masih berkembang, seperti daya tahan baterai, biaya perawatan, dan ketersediaan servis, guna membangun kepercayaan dan loyalitas jangka panjang.

Menjawab Kekhawatiran Konsumen dengan Layanan

Bagi banyak calon pembeli di Indonesia, keputusan untuk beralih ke kendaraan listrik sering kali terbentur oleh ketidakpastian setelah pembelian. VinFast menyadari bahwa sekadar menghadirkan produk berkualitas tidaklah cukup. Oleh karena itu, perusahaan secara proaktif memantau masukan konsumen dan melakukan evaluasi teknis menyeluruh di lapangan. Dukungan teknis global 24 jam yang terintegrasi dengan jaringan bengkel resmi menjadi tulang punggung upaya ini.

Seluruh penanganan klaim dilakukan sesuai standar teknis dan kebijakan garansi yang berlaku. Tujuannya jelas: memberikan rasa aman, terutama bagi pengguna kendaraan listrik pertama, selama masa kepemilikan mereka.

Komitmen pada Ketersediaan Suku Cadang

Tantangan klasik bagi merek otomotif baru adalah menjaga stabilitas rantai pasok suku cadang. VinFast mengklaim telah memastikan ketersediaan komponen penting, terutama yang terkait keselamatan, untuk model VF 3 di bengkel resminya. Memang, di fase awal penetrasi pasar, sempat terjadi keterlambatan pasokan akibat faktor eksternal seperti cuaca dan gangguan logistik.

Namun, perusahaan menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak memengaruhi aspek keselamatan atau kelayakan operasional kendaraan. Sebagai bentuk perbaikan, VinFast kini mengklaim mampu menjamin ketersediaan suku cadang esensial dalam waktu 24 jam di seluruh jaringan bengkel resminya di Indonesia, setelah memperkuat prosedur operasional dan sistem mitigasi.

Dukungan dari Ekosistem Vingroup yang Terpadu

Konsistensi strategi VinFast tidak lepas dari dukungan induk usahanya, Vingroup. Ekonom Josua Pardede melihat diferensiasi ini berakar pada filosofi pengembangan grup tersebut.

"Ciri paling khas adalah konsistensi arsitektur Vingroup. Ini bukan konglomerasi tradisional di mana berbagai bisnis berdiri sendiri dengan interaksi lintas sektor yang terbatas. Sebaliknya, ini menyerupai 'super struktur', sebuah ekosistem terintegrasi yang mencakup teknologi, manufaktur, properti, layanan, energi hijau, infrastruktur, dan inisiatif sosial," ungkap Pardede melalui keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa seluruh komponen tersebut dirancang untuk membentuk "sirkulasi nilai", di mana permintaan dibangun dari dalam ekosistem, sementara kapabilitas pasokan diperkuat melalui pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen.

"Jika kita melihat VinFast secara terpisah, kita melihat produsen kendaraan listrik. Namun dalam konteks yang lebih luas, VinFast adalah bagian dari struktur lintas disiplin yang memungkinkan Vingroup membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan, yang sulit direplikasi banyak grup lain dalam jangka pendek," jelasnya.

Fokus pada Kepercayaan Jangka Panjang

Sementara banyak pesaing mengandalkan strategi diskon harga untuk mendongkrak angka penjualan, VinFast memilih berinvestasi pada infrastruktur layanan dan pengalaman pelanggan. Pendekatan ini dinilai lebih berorientasi jangka panjang, khususnya di pasar seperti Indonesia yang masih berada pada tahap awal adopsi kendaraan listrik.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, keunggulan kompetitif tidak lagi hanya soal spesifikasi teknis. Kemampuan untuk mendampingi konsumen dengan layanan yang andal dan transparan sepanjang siklus kepemilikan kendaraan menjadi pembeda yang krusial. Inilah yang coba dibangun VinFast sebagai fondasi untuk meraih kepercayaan dan mengubah ketertarikan awal menjadi loyalitas yang berkelanjutan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar