Remaja Bogor Bohong Jadi Korban Begal, Faktanya Terlibat Tawuran

- Selasa, 10 Februari 2026 | 00:50 WIB
Remaja Bogor Bohong Jadi Korban Begal, Faktanya Terlibat Tawuran

PARADAPOS.COM - Seorang remaja laki-laki di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, membuat laporan palsu kepada orang tuanya dengan mengaku menjadi korban begal. Faktanya, berdasarkan klarifikasi keluarga dan penyelidikan kepolisian, pemuda tersebut terlibat dalam sebuah tawuran yang terjadi pada Minggu (8/2/2026) dini hari. Kebohongan itu ia lakukan karena takut mendapat kemarahan dari orang tuanya.

Klarifikasi dari Keluarga dan Kepolisian

Setelah kabar mengenai "korban begal" ini beredar, pihak keluarga remaja tersebut segera memberikan keterangan yang meluruskan fakta. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa anaknya bukanlah korban kejahatan jalanan, melainkan terlibat dalam perkelahian antar kelompok. Klarifikasi ini kemudian dikonfirmasi oleh aparat kepolisian setempat yang telah melakukan pengecekan.

Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima penjelasan langsung dari keluarga remaja. "Betul, sudah diklarifikasi sama keluarga," tegasnya saat dikonfirmasi pada Senin (9/2).

Motif di Balik Kebohongan

Alasan remaja itu memilih berbohong ternyata berakar dari rasa takut yang umum dihadapi banyak anak muda: takut menghadapi konsekuensi dari orang tua. Alih-alih mengakui keterlibatannya dalam tawuran yang jelas-jelas berbahaya dan melanggar hukum, ia memilih mengarang cerita menjadi korban kejahatan.

Maman Firmansyah menjelaskan motif sederhana di balik tindakan remaja tersebut. "Betul, supaya tidak dimarah orang tua," ungkapnya, menggarisbawahi bagaimana upaya menghindari hukuman di rumah justru berujung pada masalah yang lebih serius dengan otoritas hukum.

Kasus ini menyoroti dinamika komunikasi dalam keluarga dan bagaimana ketakutan berlebihan untuk mengakui kesalahan dapat mendorong seseorang pada tindakan yang justru memperburuk situasi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kejujuran dan tanggung jawab, sekaligus cara pendekatan orang tua dalam memahami dunia remaja yang penuh tantangan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar