PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan temuan 251 titik panas di wilayah Provinsi Riau hingga Rabu (7/1/2026) pagi. Data ini menempatkan Riau sebagai provinsi dengan konsentrasi titik panas tertinggi di Pulau Sumatera, di mana totalnya mencapai 336 titik. Seiring dengan temuan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah melanda sepuluh kabupaten/kota dengan luas kumulatif mendekati 183 hektare di awal tahun ini.
Bengkalis Jadi Episentrum Titik Panas
Dari ratusan titik panas yang terpantau, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan kondisi paling mengkhawatirkan. Analisis BMKG menunjukkan bahwa 139 titik panas terdeteksi di daerah tersebut. Sebaran titik panas juga tercatat signifikan di wilayah lain, seperti Indragiri Hilir dengan 18 titik, Siak (6 titik), serta beberapa titik di Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, dan Kota Dumai.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi S, menegaskan bahwa angka-angka ini merupakan pembaruan terkini. "Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Rabu pukul 07.00 WIB," jelasnya dari kantornya di Pekanbaru.
Karhutla Mulai Meluas di Sepuluh Wilayah
Laporan BMKG tersebut sejalan dengan data lapangan yang dikumpulkan oleh BPBD Damkar Riau. Lembaga penanggulangan bencana itu menyatakan bahwa karhutla telah terjadi di sepuluh wilayah administratif. Kabupaten Bengkalis kembali menonjol, tidak hanya dalam titik panas tetapi juga luas lahan terbakar, yang mencapai 65,51 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, merinci daerah-daerah yang terdampak. "Untuk karhutla di Kota Dumai, hingga saat ini tercatat seluas 19,52 hektare, Bengkalis (65,51), Kepulauan Meranti (7,90), Siak (9,55), Pekanbaru (11,58), Kampar (8,50), Pelalawan (21), Inhu (1,20), Inhil (36,50), dan Kuansing (1,50)," paparnya.
Peringatan Dini dan Status Siaga Darurat
Dari luasan karhutla yang telah terjadi, petugas di lapangan menemukan 848 titik panas dengan 79 di antaranya dikonfirmasi sebagai titik api aktif. Kondisi ini mengindikasikan potensi perluasan kebakaran yang sangat tinggi, terutama dengan faktor cuaca yang cenderung mendukung. Menanggapi ancaman ini, BPBD Damkar Riau telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh jajaran di daerah.
Lembaga itu meminta BPBD kabupaten dan kota untuk secara proaktif menetapkan status siaga darurat karhutla. Langkah ini dianggap krusial untuk mempercepat mobilisasi sumber daya, baik personel maupun peralatan, guna mencegah kebakaran skala kecil berkembang menjadi bencana asap yang meluas seperti yang kerap terjadi di masa lalu.
Artikel Terkait
CIMB Niaga Auto Finance Targetkan Pertumbuhan Piutang 3% di 2026
Panduan Memilih Ban Pengganti untuk Honda BeAT: Ukuran Standar, Merek, dan Harga Terkini
Danantara Siapkan Restrukturisasi Besar-Besaran, Jumlah BUMN Dikonsolidasi Jadi Sekitar 300 Perusahaan
Harga TBS Sawit Sumsel Naik Awal Februari, Tertinggi Rp3.559 per Kg untuk Tanaman 10-20 Tahun