Harga TBS Sawit Sumsel Naik Awal Februari, Tertinggi Rp3.559 per Kg untuk Tanaman 10-20 Tahun

- Rabu, 11 Februari 2026 | 04:25 WIB
Harga TBS Sawit Sumsel Naik Awal Februari, Tertinggi Rp3.559 per Kg untuk Tanaman 10-20 Tahun

PARADAPOS.COM - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatra Selatan menunjukkan tren positif pada awal Februari 2026. Dibandingkan dengan akhir Januari lalu, terjadi kenaikan harga yang dipicu oleh menguatnya nilai minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit di pasar. Data resmi dari Dinas Perkebunan setempat mencatat pergerakan harga untuk berbagai kelompok umur tanaman, dengan kenaikan paling signifikan terjadi pada tanaman produktif berusia 10 hingga 20 tahun.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga

Pergerakan harga TBS tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan sangat terkait dengan dinamika harga komoditas turunannya di pasar global. Pada periode penetapan tanggal 10 Februari 2026, harga minyak sawit mentah (CPO) tercatat Rp14.494 per kilogram. Sementara itu, harga inti sawit (kernel) berada di level Rp11.883 per kg dengan indeks K 92,11%. Kenaikan pada kedua komponen utama inilah yang kemudian menjadi dasar kalkulasi kenaikan harga buah segar di tingkat petani.

Mengonfirmasi hal tersebut, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Sumsel, Mukpakanisin, menjelaskan hubungan sebab-akibat ini. "Dengan komponen itu, harga TBS sawit di awal Februari tahun ini mengalami kenaikan dibanding dengan sebelumnya [periode II Januari]," ungkapnya dalam hasil rapat penetapan harga.

Rincian Harga Berdasarkan Kelompok Umur

Dari hasil rapat penetapan, diperoleh struktur harga yang bervariasi sesuai dengan fase produktivitas tanaman. Harga tertinggi untuk periode I Februari 2026 jatuh pada kelompok umur sawit 10-20 tahun, yaitu Rp3.559 per kg. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp108 per kg jika dibandingkan dengan harga Rp3.451 per kg untuk kelompok umur yang sama di periode II Januari.

Sebaliknya, harga terendah tetap terjadi pada tanaman yang baru memasuki masa awal berbuah. "Sementara untuk yang harga terendah di periode I Februari terjadi pada usia tanam 3 tahun yaitu Rp2.998 per kg," jelas Mukpakanisin.

Perbedaan harga ini mencerminkan prinsip ekonomi dasar dalam perkebunan sawit, di mana tanaman dengan usia produktif puncak menghasilkan buah dengan rendemen minyak yang lebih tinggi dan lebih bernilai ekonomis. Berikut adalah rincian lengkap harga TBS di Sumatra Selatan per kilogram untuk setiap kelompok umur tanam:

Usia 3 tahun: Rp2.998

Usia 4 tahun: Rp3.091

Usia 5 tahun: Rp3.230

Usia 6 tahun: Rp3.268

Usia 7 tahun: Rp3.267

Usia 8 tahun: Rp3.377

Usia 9 tahun: Rp3.442

Usia 10-20 tahun: Rp3.559

Usia 21 tahun: Rp3.548

Usia 22 tahun: Rp3.554

Usia 23 tahun: Rp3.529

Usia 24 tahun: Rp3.428

Usia 25 tahun: Rp3.439

Implikasi dan Konteks Pasar

Kenaikan ini tentu menjadi angin segar bagi para pekebun di Sumatra Selatan, terutama yang memiliki dominasi tanaman pada usia produktif. Fluktuasi harga yang mengikuti perkembangan CPO dunia ini menunjukkan betapa rantai nilai komoditas sawit terintegrasi secara erat, dari kebun hingga pasar internasional. Meski memberikan sinyal positif, para pelaku industri biasanya tetap menyikapi data ini dengan kehati-hatian, mengingat harga komoditas seperti sawit sangat rentan terhadap perubahan permintaan global, kebijakan negara tujuan ekspor, dan kondisi iklim yang memengaruhi produksi. Ke depan, pantauan terhadap harga acuan CPO dan kernel tetap akan menjadi indikator kunci untuk memprediksi arah harga TBS di tingkat petani.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar