Defend ID Targetkan Komersialisasi Pesawat N219 dan Kendaraan Taktis pada 2026

- Rabu, 11 Februari 2026 | 08:25 WIB
Defend ID Targetkan Komersialisasi Pesawat N219 dan Kendaraan Taktis pada 2026

PARADAPOS.COM - Holding BUMN Industri Pertahanan, Defend ID, menargetkan komersialisasi sejumlah produk inovasi pada 2026. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat portofolio bisnis dan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, sekaligus memperluas peran perusahaan di kawasan regional. Target tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (11/2/2026).

Fokus pada Pesawat N219 dan Kendaraan Taktis

Dalam rapat tersebut, Direktur Utama Defend ID, Yoga Dharma Setiawan, menjelaskan bahwa seluruh entitas di bawah holding telah aktif mengembangkan produk sesuai perkembangan teknologi. Salah satu prioritas utama adalah mengoptimalkan dan mengomersialkan pesawat N219 produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Pesawat ini diharapkan dapat mendukung konektivitas udara nasional, terutama untuk rute perintis dan misi kemanusiaan.

Yoga menegaskan pentingnya dukungan pemerintah untuk mewujudkan hal itu. "Kami mengharapkan dukungan program komersialisasi pesawat N219 melalui pemberian subsidi penerbangan perintis dan insentif pajak bagi operator yang menggunakan pesawat dengan TKDN di atas 40%," jelasnya.

Di sektor darat, fokus dialihkan pada kendaraan taktis Maung dan Garuda produksi PT Pindad. Manajemen berupaya mendorong produksi massal kedua kendaraan ini untuk mencapai skala ekonomi yang jelas, sehingga keberlanjutan industri dapat terjaga.

Dukungan Transfer Teknologi dan Sertifikasi TKDN

Untuk menopang agenda inovasi jangka panjang, Defend ID tidak hanya berfokus pada produk akhir. Holding ini telah merealisasikan 13 program transfer teknologi yang melibatkan lebih dari 50 sumber daya manusia, sebuah langkah krusial untuk membangun kapabilitas internal. Selain itu, sebagai bukti komitmen terhadap kandungan lokal, Defend ID mencatatkan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40% untuk 13 produk unggulannya yang sudah ada.

Inovasi juga merambah ke sektor hulu. Yoga menambahkan, pada 2026 direncanakan pengembangan fasilitas produksi propelan, brass mill, dan brass cup. Pengembangan fasilitas bahan baku ini dinilai penting untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan rantai pasok industri pertahanan nasional.

Catatan Kritis dari Anggota DPR

Di balik optimisme yang disampaikan, anggota Komisi VI DPR RI memberikan sejumlah catatan kritis yang mengingatkan pada tantangan riil di lapangan. Mufti Anam dari Fraksi PDI Perjuangan secara khusus mempertanyakan nilai tambah dan tingkat kandungan lokal dari produk-produk inovasi seperti Maung dan Garuda, yang kini sudah digunakan sejumlah pejabat negara.

"Kami ingin tahu sebenarnya berapa persen konten lokalnya? Jangan sampai hanya logonya saja, sementara biaya produksinya menjadi sangat mahal karena komponen impor yang masih dominan," tegas Mufti.

Pimpinan rapat juga mengingatkan agar sinergi riset dan pengembangan (R&D) antar-entitas di bawah holding tidak hanya bersifat administratif. Kolaborasi yang konkret dinilai sangat penting agar setiap proyek inovasi tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mampu meningkatkan kompetensi teknis personel dan mengakumulasi pengetahuan strategis untuk industri pertahanan nasional ke depannya.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar