Banjir Rendam Ribuan Rumah di 12 Desa Jember, Ribuan Keluarga Mengungsi

- Jumat, 13 Februari 2026 | 19:25 WIB
Banjir Rendam Ribuan Rumah di 12 Desa Jember, Ribuan Keluarga Mengungsi

PARADAPOS.COM - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jember sejak Kamis malam, 12 Februari 2026, memicu banjir luapan sungai yang meluas. Bencana ini telah merendam ribuan rumah di 12 desa dan kelurahan, dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai satu meter. Tim relawan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bergerak cepat untuk mengevakuasi warga, terutama kelompok rentan, sementara ribuan keluarga terpaksa mengungsi.

Dampak Meluas di Delapan Kecamatan

Data terbaru dari BPBD Jember menunjukkan skala dampak yang cukup luas. Banjir tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi telah menyebar ke delapan kecamatan berbeda. Akibatnya, lebih dari 3.000 kepala keluarga harus berhadapan dengan genangan air yang masuk ke dalam rumah mereka, mengganggu aktivitas sehari-hari dan merusak harta benda.

Kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil menambah kekhawatiran. Warga yang terdampak, dengan sigap, telah mulai berpindah ke tempat yang lebih aman. Sebagian memilih mengungsi ke rumah saudara di dataran tinggi, sementara lainnya menuju posko-posko darurat yang telah disiapkan. Langkah antisipasi ini penting mengingat potensi hujan lanjutan yang dapat kembali meningkatkan debit air sungai.

Evakuasi dengan Perahu Karet di Desa Glundengan

Di antara lokasi terdampak, Desa Glundengan di Kecamatan Wuluhan menjadi salah satu yang paling parah. Situasi di lapangan memaksa tim relawan untuk menerjunkan perahu karet guna menjangkau warga yang terjebak di dalam rumah mereka. Operasi penyelamatan ini difokuskan pada kelompok yang paling membutuhkan pertolongan segera.

Seorang koordinator relawan di lokasi menjelaskan prioritas mereka. "Prioritas evakuasi diberikan kepada kelompok rentan, terutama warga lanjut usia (lansia)," ungkapnya. Upaya yang dilakukan di tengah genangan air yang deras ini menunjukkan tantangan nyata dalam penanganan darurat bencana di tingkat tapak.

Pemantauan terhadap kondisi cuaca dan ketinggian air terus dilakukan secara intensif. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk menghindari korban jiwa yang lebih besar.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar