PARADAPOS.COM - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto, memberikan apresiasi atas perayaan Tahun Baru Imlek di Jakarta yang menampilkan harmoni keberagaman budaya. Apresiasi ini disampaikannya menyusul gelaran pawai Imlek di kawasan Sudirman, Jakarta, pada Selasa (17/2), yang memadukan unsur budaya Tionghoa dan Betawi secara meriah.
Apresiasi untuk Harmoni Budaya
Dalam pernyataannya, Titiek Soeharto menyoroti bagaimana perayaan tersebut bukan sekadar pesta rakyat, tetapi sebuah cerminan nyata dari kehidupan sosial Indonesia yang majemuk. Pawai yang berlangsung di jantung ibu kota itu dinilainya sebagai bentuk ekspresi kebudayaan yang positif dan memperkaya khazanah nasional. Ia melihat perpaduan itu sebagai sesuatu yang alami dan patut dibanggakan.
“Perayaan Imlek ini memperlihatkan keberagaman yang kita miliki,” ujarnya. Ia menambahkan, kolaborasi budaya dalam pawai tersebut merupakan contoh konkret bagaimana perbedaan dapat disatukan dalam bingkai kebersamaan dan kegembiraan.
Nuansa Lokal dalam Perayaan Global
Pawai Imlek di Sudirman memang menawarkan pemandangan yang unik. Di tengah gemerlap atribut dan simbol khas Imlek, nuansa Betawi hadir dengan kental, menciptakan sebuah perpaduan visual dan budaya yang menarik perhatian banyak pengunjung. Kehadiran unsur lokal ini memberikan warna tersendiri dan menunjukkan proses akulturasi yang telah berlangsung lama di masyarakat.
Pengamatan di lapangan menunjukkan antusiasme warga dari berbagai latar belakang yang memadati lokasi. Suasana tersebut memperkuat kesan bahwa perayaan ini telah menjadi milik bersama, melampaui batas-batas etnis tertentu. Hal ini sejalan dengan semangat untuk merawat keragaman sebagai kekuatan bangsa.
Dengan memberikan perhatian pada momen seperti ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat terus mendorong ruang ekspresi bagi semua kebudayaan. Titiek Soeharto menutup pernyataannya dengan harapan agar semangat kebersamaan seperti ini dapat terus dipelihara, tidak hanya pada hari-hari besar tetapi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Artikel Terkait
Bos Narkoba Kelas Kakap Ditangkap di Bandara Kualanamu Usai Terdeteksi DPO
Mahasiswa STIK-PTIK Bagikan Hidangan Meugang kepada Penyintas Bencana di Aceh Utara
Tiga Siswi SMK Dikerumuni Monyet Liar Saat Mendaki di Gunung Budeg
BPBD Lumajang Imbau Warga Waspadai Peningkatan Aktivitas Gunung Semeru