PARADAPOS.COM - Pemerintah diminta untuk menyiapkan antisipasi yang serius dan komprehensif menghadapi potensi cuaca ekstrem pada puncak arus mudik Lebaran 2026 mendatang. Permintaan ini disampaikan oleh pengamat kebijakan publik menyusul proyeksi Kementerian Perhubungan yang memperkirakan pergerakan masyarakat akan mencapai angka 143,9 juta orang. Persiapan matang dinilai krusial untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan pulang kampung ratusan juta warga itu.
Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Serius
Ujang Komarudin, Pengamat Politik dan Kebijakan Publik dari Universitas Al Azhar Indonesia, menekankan bahwa perubahan iklim yang memicu cuaca tak menentu harus menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan mudik tahun ini. Menurutnya, bencana alam yang muncul tiba-tiba memerlukan langkah antisipasi yang jauh lebih matang.
“Ini tentu mudik yang perlu diantisipasi dengan serius. Karena kita tahu cuaca akibat perubahan iklim itu terjadi cuaca ekstrem di mana-mana terjadi bencana yang tidak diduga dan butuh antisipasi yang tadi sangat serius, antisipasi yang terencana dengan baik, yang komprehensif,” jelas Ujang saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Dengan perencanaan yang menyeluruh, lanjutnya, lalu lintas di jalan tol dan jalur utama lainnya baru dapat benar-benar terjamin kelancarannya. Rencana bertahap dan komprehensif inilah yang akan menjadi kunci keberhasilan operasi mudik.
“Kalau sesuatu itu sudah direncanakan sejak awal maka tadi ketertiban itu bisa terjadi. Mudik juga bisa aman tertib dan lancar jaya seperti itu. Jadi saya melihatnya bahwa sarannya betul-betul direncanakan secara bertahap dan secara komprehensif soal pengamanan mudik itu,” tuturnya.
Proyeksi Jumlah Pemudik dan Kesiapan Sarana
Angka 143,9 juta pemudik yang diproyeksikan Kementerian Perhubungan bukanlah jumlah yang kecil. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa angka tersebut didasarkan pada hasil survei untuk mengidentifikasi preferensi dan persepsi masyarakat. Menghadapi lonjakan sebesar itu, koordinasi antar kementerian dan lembaga telah dimulai.
Untuk melayani arus perjalanan yang masif, pemerintah telah menyiapkan armada transportasi dalam jumlah besar. Persiapan itu mencakup 31.345 unit bus, 829 unit kapal, 2.683 unit sarana kereta api, 392 unit pesawat, serta 255 unit kapal penyeberangan.
Tak hanya kuantitas, aspek keselamatan kendaraan juga mendapat perhatian. Sebagian besar sarana transportasi tersebut telah melalui proses pemeriksaan kelayakan atau ramp check. Hingga saat ini, angkutan darat yang telah diperiksa mencapai 19.376 unit, diikuti angkutan laut 485 unit, penyeberangan 19 unit, udara 392 unit, dan perkeretaapian 2.177 unit.
Langkah Tambahan untuk Kemudahan Pemudik
Selain penyediaan dan pemeriksaan armada, sejumlah kebijakan pendukung juga telah digulirkan. Kementerian Perhubungan telah menyiapkan program stimulus diskon tiket, menggelar kembali program Angkutan Mudik Gratis Lebaran, serta menerbitkan Surat Keputusan Bersama tentang Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang selama periode mudik.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan beban lalu lintas, memberikan pilihan bagi masyarakat, dan pada akhirnya menciptakan situasi mudik yang lebih tertib. Keberhasilan seluruh rangkaian persiapan ini akan diuji ketika arus balik pemudik mencapai puncaknya, di tengah ancaman cuaca yang semakin tidak dapat diprediksi.
Artikel Terkait
Mantan Kapolres Bima Kota Hadapi Sidang Etik Polri Terkait Dua Kasus Narkoba
Hamas Tolak Ultimatum Israel untuk Melucuti Senjata dalam 60 Hari
PPM Manajemen dan Perkumpulan Strada Jalin Kemitraan untuk Tingkatkan SDM Pendidikan
Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 untuk Wilayah Makassar Dirilis