PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat yang akan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 22 Februari 2026. Peringatan ini dikeluarkan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampak hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan gangguan aktivitas sehari-hari.
Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat
Dalam informasi cuaca yang disiarkan secara resmi, BMKG meminta agar kesiapsiagaan ditingkatkan di beberapa provinsi. Wilayah-wilayah tersebut terutama berada di bagian selatan dan timur Indonesia.
Prakirawan BMKG, Medayu Bestari, menegaskan hal tersebut. "Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua Tengah dan Papua Pegunungan," jelasnya dalam tayangan informasi cuaca di kanal YouTube BMKG.
Prakiraan Cuaca Rinci untuk Berbagai Daerah
Selain wilayah dengan status siaga tinggi, pola cuaca hari itu menunjukkan variasi yang cukup signifikan di seluruh Nusantara. BMKG memprakirakan hujan yang disertai petir berpeluang terjadi di wilayah-wilayah seperti Palembang, Jakarta, Tanjung Selor, hingga Merauke.
Sementara itu, intensitas hujan lebat diprediksi terjadi di Nabire. Untuk wilayah Bengkulu, Serang, Denpasar, dan Mamuju, masyarakat perlu bersiap menghadapi hujan dengan intensitas sedang. Sebaliknya, kondisi berawan tebal diperkirakan akan menyelimuti langit di Aceh, Medan, Pekanbaru, Manado, Gorontalo, dan Palu.
Hujan ringan diprakirakan akan turun secara lebih merata, meliputi sebagian besar wilayah Sumatera, kota-kota besar di Jawa seperti Bandung, Semarang, dan Surabaya, serta berbagai daerah di Kalimantan dan Sulawesi.
Imbauan Kewaspadaan dan Potensi Gangguan Lainnya
BMKG tidak hanya mengingatkan tentang hujan. Lembaga yang bertanggung jawab memantau kondisi atmosfer ini juga mencatat adanya potensi udara kabur serta kabut atau asap yang dapat mengurangi visibilitas di kawasan Banjarmasin dan Samarinda.
Masyarakat di seluruh wilayah, terutama yang terdampak peringatan dini, diharapkan tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan kilat atau petir yang dapat menyertai hujan. Memantau pembaruan informasi cuaca dari sumber resmi menjadi langkah krusial untuk mengantisipasi dan memitigasi risiko bencana yang mungkin timbul.
Artikel Terkait
Negara-Negara Arab Kecam Keras Pernyataan Dubes AS untuk Israel Soal Klaim Teritorial Berdasarkan Alkitab
Dubes AS untuk Israel Picu Kecaman Arab Soal Klaim Wilayah Berdasarkan Alkitab
Gubernur Maluku Utara Jadikan Imlek Momen Evaluasi Program Prioritas
Debut Maarten Paes di Ajax Berakhir Imbang, Timnas Indonesia Dapat Sinyal Positif