PARADAPOS.COM - Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, memicu kecaman dari sejumlah negara Arab setelah menyiratkan hak Israel atas wilayah luas di Timur Tengah berdasarkan klaim Alkitab. Pernyataan kontroversial itu disampaikan dalam sebuah wawancara podcast dengan komentator Tucker Carlson pada Jumat, 20 Februari 2026, dan menuai reaksi keras pada hari berikutnya.
Isi Wawancara yang Memantik Polemik
Dalam percakapan tersebut, Carlson mendesak Huckabee—seorang mantan pendeta Baptis yang dikenal sebagai pendukung kuat Israel—untuk menjelaskan tafsir ayat Alkitab yang sering dikaitkan dengan klaim teritorial dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat. Tanggapan diplomat AS itu kemudian menjadi sorotan.
“Tidak apa-apa jika mereka mengambil semuanya,” ujar Huckabee.
Namun, ketika didesak lebih lanjut, ia tampak berusaha melunakkan pernyataannya. “Itu adalah pernyataan yang agak berlebihan,” lanjutnya, seraya menambahkan bahwa Israel tidak bermaksud untuk mengambil seluruh wilayah yang dimaksud.
Gelombang Kecaman dari Negara-Negara Arab
Reaksi dari dunia Arab datang bertubi-tubi dan bernada keras. Arab Saudi, sekutu strategis Washington, menyebut komentar Huckabee sebagai tindakan "ceroboh" dan "tidak bertanggung jawab". Sementara itu, Yordania menilai pernyataan itu sebagai bentuk "serangan terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan".
Pemerintah Mesir juga tak ketinggalan menyuarakan penolakan. Melalui kementerian luar negerinya, Kairo menegaskan bahwa pernyataan tersebut justru mengukuhkan fakta bahwa Israel "tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki atau tanah Arab lainnya".
Otoritas Palestina, melalui platform media sosial X, menyoroti kontradiksi dalam kebijakan AS. Mereka menyatakan bahwa ucapan Duta Besar Huckabee "bertentangan dengan penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap aksi pencaplokan Israel di Tepi Barat".
Ekor Polemik dan Dukungan dari Israel
Menanggapi gelombang kritik, Huckabee memilih untuk mengklarifikasi posisinya mengenai topik lain yang dibahas dalam wawancara melalui dua unggahan di X pada Sabtu. Namun, ia tidak secara spesifik membahas atau menarik kembali pernyataannya tentang tafsir Alkitab tersebut.
Di sisi lain, pernyataannya justru mendapat apresiasi dari kalangan tertentu di Israel. Amir Ohana, Ketua Parlemen Israel (Knesset), memuji sikap pro-Israel Huckabee dalam wawancara itu. Dalam cuitannya, Ohana sekaligus menuduh Tucker Carlson, pewawancara, melakukan "kebohongan dan manipulasi".
Konteks wawancara ini juga menarik perhatian mengingat profil kontroversial Tucker Carlson sendiri. Komentator sayap kanan itu baru-baru ini menghadapi tuduhan antisemitisme, terutama setelah mewawancarai figur ekstremis Nick Fuentes, yang dikenal menyangkal Holocaust dan memuji Adolf Hitler.
Artikel Terkait
Tim Gabungan Polisi Tangkap Komplotan Perampok Rp800 Juta di Lampung
Harga Emas Pegadaian Naik Signifikan, UBS Tembus Rp3 Juta per Gram
Trump Naikkan Tarif Impor Global Jadi 15% Usai Putusan Mahkamah Agung
Tanah Longsor di Karanganyar Lukai Pasangan Suami Istri