PARADAPOS.COM - Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan dan stabilitas harga komoditas peternakan seperti daging sapi, ayam, dan telur di Kabupaten Bogor selama Ramadan 2026. Pemantauan langsung oleh pejabat Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan di dua pasar utama menemukan harga relatif terkendali dan pasokan yang lancar, meski ada sedikit kenaikan pada beberapa komoditas seiring peningkatan permintaan.
Pemantauan Langsung di Pasar Cibinong
Sekretaris Ditjen PKH Kementan, Nuryani Zainuddin, turun ke lapangan untuk mengecek kondisi pasar secara langsung. Kunjungannya ke Pasar Cibinong memberikan gambaran awal tentang situasi pangan menjelang hari raya.
Di pasar tersebut, harga daging sapi tercatat stabil di angka Rp130.000 per kilogram, sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan pemerintah. Suasana pasar terlihat ramai dengan aktivitas perdagangan yang berjalan normal.
“Harga daging sapi masih Rp130.000 per kilo, belum ada kenaikan. Pasokan juga lancar,” tutur salah seorang pedagang yang ditemui di lokasi.
Sementara itu, harga daging ayam berada sedikit di atas patokan, yakni antara Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Para pedagang mengaku harga acuan sebesar Rp40.000 per kilogram sulit diterapkan di tingkat ritel karena dinamika permintaan yang meningkat.
“Harga menyesuaikan kondisi pasar, tapi barang tetap tersedia dan pasokan masuk setiap hari,” jelas seorang pedagang ayam saat menjawab pertanyaan.
Untuk komoditas telur ayam ras, harganya dijual sekitar Rp31.000 per kilogram. Harga ini tidak jauh dari acuan pemerintah sebesar Rp30.000 per kilogram. Pasokan telur ke pasar ini diketahui berasal dari Jawa Tengah.
“Stok telur aman, kiriman lancar dari agen,” ungkap pedagang telur dengan nada tenang.
Kondisi di Pasar Citeureup
Pemantauan serupa juga dilakukan di Pasar Citeureup untuk mendapatkan perbandingan dan memastikan konsistensi pasokan. Hasilnya menunjukkan pola yang hampir serupa, dengan harga yang bergerak sesuai mekanisme pasar.
Harga daging ayam di pasar ini mencapai Rp45.000 per kilogram, sedangkan ayam hidup dijual seharga Rp28.000 per kilogram. Meski harganya lebih tinggi dari acuan, kelancaran pasokan tampaknya tetap terjaga.
“Saat ini Rp45.000 per kilo mengikuti kondisi pasar. Pasokan tetap tersedia,” kata pedagang setempat.
Adapun harga telur ayam ras di Pasar Citeureup sama dengan di Cibinong, yaitu Rp31.000 per kilogram. Pasokan untuk pasar ini berasal dari daerah Karangasem.
“Harga menyesuaikan permintaan, tapi stok tetap aman,” ujar salah seorang penjual telur di sana.
Jaminan Stabilitas dari Pemerintah
Berdasarkan rangkaian kunjungan lapangan itu, Nuryani Zainuddin menyimpulkan bahwa situasi secara umum masih dalam kondisi terkendali. Pemerintah menekankan komitmennya untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di bulan Ramadan.
“Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga wajar dan stok yang cukup selama Ramadan. Dari hasil pemantauan, ketersediaan relatif aman,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Kementan melalui Ditjen PKH akan terus melakukan pengawasan secara berkala. Pengawasan yang rutin ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan menjamin kecukupan pasokan hingga momentum Idulfitri nanti.
Artikel Terkait
SDN 002 Tanjungpinang Gelar Program One Day One Juz untuk Khatamkan Al-Quran Selama Ramadan
Hodak Nilai Debut Singkat Dion Markx sebagai Langkah Awal Adaptasi Penting
Korlantas Tinjau Kesiapan Tol Trans Sumatera Jelang Puncak Mudik Lebaran
Klaim Anak Usia 16 Tahun Tuntut Tanggung Jawab Enji Baskoro di Media Sosial