PARADAPOS.COM - Serangan militer terbuka Israel terhadap Iran dinilai berpotensi memicu konsekuensi geopolitik yang serius di kawasan Timur Tengah dan mengganggu stabilitas ekonomi global, termasuk bagi Indonesia. Analisis ini disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, yang memperingatkan bahwa eskalasi ini dapat menggagalkan upaya perdamaian di Gaza dan memicu gejolak harga energi dunia.
Eskalasi yang Memundurkan Upaya Perdamaian
Menurut pandangan politisi senior tersebut, serangan terbuka ini bukan hanya memanaskan situasi regional, tetapi juga berisiko besar terhadap diplomasi. Upaya meredakan ketegangan di Gaza yang digalang oleh Dewan Perdamaian (Board of Peace) berpotensi terpukul mundur oleh dinamika konflik baru ini. Situasi menciptakan ketidakpastian yang luas, dengan negara-negara di luar kawasan turut memantau dengan kecemasan.
TB Hasanuddin melihat pola yang mengkhawatirkan dari perkembangan terkini. "Serangan terbuka Israel dan kemudian disusul pernyataan President Donald Trump yang menyatakan AS bergabung dalam operasi militer baru-baru ini memunculkan sebuah pandangan bahwa ada kepentingan yang sangat besar untuk penguasaan Iran secara de facto oleh Israel dan sekutunya Amerika Serikat," ujarnya.
Ia melanjutkan dengan nada hati-hati, "Situasi ini tentu akan berdampak pada stabilitas kawasan termasuk juga negara-negara di kawasan lain tentunya memantau situasi di Iran dalam suasana was-was yang berpotensi kontraproduktif."
Ancaman Guncangan di Pasar Energi Global
Di balik dampak politik, ancaman terhadap stabilitas ekonomi global tidak kalah serius. Sorotan utama tertuju pada sektor energi, mengingat posisi strategis Iran di jalur pelayaran minyak dunia. Langkah Teheran yang pernah menutup Selat Hormuz—jalur vital bagi sekitar seperlima perdagangan minyak global—meski singkat, menjadi preseden yang mencemaskan.
Analisis ini memperingatkan skenario yang lebih suram. "Bukan tidak mungkin Iran akan kembali menutup Selat Hormuz atau wilayah tersebut menjadi kawasan konflik bersenjata. Jika itu terjadi, harga minyak dunia bisa melonjak tajam," jelas TB Hasanuddin.
Bagi Indonesia, implikasi dari gejolak semacam itu sangat nyata. Sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak, lonjakan harga komoditas energi akan langsung membebani perekonomian, mempengaruhi stabilitas harga, dan berpotensi memperlambat pertumbuhan. Hal ini menunjukkan bagaimana konflik di wilayah yang jauh sekalipun dapat merambat dan memberikan dampak langsung pada ketahanan ekonomi nasional.
Artikel Terkait
Gubernur Khofifah Tunjuk Plt Kepala Dinas ESDM Jatim Gantikan Pejabat Tersangka
Iran Kembali Berlakukan Kendali Ketat di Selat Hormuz Usai AS Tolak Cabut Blokade
Pemerintah Tunda Suntik Mati Pabrik Pupuk Tua, Manfaatkan Peluang Ekspor di Tengah Lonjakan Harga Global
JK Bantah Tuduhan Penistaan Agama, Klarifikasi Penggunaan Istilah Syahid dalam Ceramah di UGM