Ketegangan Timur Tengah Ganggu Penerbangan Internasional di Bandara Bali

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:25 WIB
Ketegangan Timur Tengah Ganggu Penerbangan Internasional di Bandara Bali

PARADAPOS.COM - Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, melaporkan gangguan pada sejumlah penerbangan internasional menyusul penutupan ruang udara di beberapa negara. Penutupan ini merupakan dampak dari ketegangan militer di kawasan Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan terhadap wilayah Iran. Hingga Sabtu malam, setidaknya empat penerbangan menuju Timur Tengah mengalami penundaan atau pembatalan.

Dampak Langsung di Bandara Bali

Gangguan operasional mulai terasa di terminal internasional bandara. Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi, mengonfirmasi bahwa pihak bandara telah memantau perkembangan situasi dengan cermat. Dalam keterangan resminya, ia menjelaskan dampak spesifik yang dialami para penumpang.

"Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, dapat kami sampaikan bahwa terdapat sejumlah rute penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang mengalami penundaan penerbangan dan atau penyesuaian jadwal penerbangan," jelas Gede Eka.

Rincian Penerbangan yang Terganggu

Berdasarkan pemutakhiran hingga pukul 21.00 Wita, satu penerbangan mengalami penjadwalan ulang. Penerbangan maskapai Etihad EY477 dengan rute Denpasar (DPS) menuju Abu Dhabi (AUH) masuk dalam kategori postponed atau ditunda jadwalnya.

Sementara itu, tiga penerbangan lainnya terpaksa dibatalkan. Ketiganya adalah penerbangan maskapai Emirates EK369 dan EK399 yang menuju Dubai (DXB), serta Qatar Airways QR963 dengan tujuan Doha (DOH). Keputusan ini mencerminkan kehati-hatian maskapai dalam merespons ketidakpastian di koridor udara regional.

Langkah Koordinasi dan Penanganan Penumpang

Menghadapi situasi yang dinamis, manajemen bandara tidak tinggal diam. Gede Eka memastikan bahwa koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak terkait. Langkah ini penting untuk memitigasi dampak dan memastikan keamanan.

"Koordinasi dengan AirNav Indonesia juga untuk memantau ruang udara yang terdampak, serta dengan aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara," ujarnya.

Di sisi penanganan penumpang, bandara telah menyiapkan mekanisme khusus. Mereka berkoordinasi dengan maskapai untuk menangani calon penumpang yang sudah tiba di bandara sebelum mengetahui penerbangannya terganggu. Layanan help desk khusus juga disiagakan di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional.

"Kami turut menyediakan layanan help desk... serta layanan contact center yang dapat diakses melalui sambungan telepon dengan nomor 172 untuk pembaharuan informasi," tambah Gede Eka. Ia juga mengimbau penumpang untuk aktif berkomunikasi dengan maskapai masing-masing guna mendapatkan informasi jadwal terbaru.

Latar Belakang Penutupan Ruang Udara

Gelombang penutupan ruang udara yang memengaruhi penerbangan global ini berawal dari eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Insiden tersebut mendorong beberapa negara di kawasan untuk menutup atau membatasi akses ruang udaranya demi alasan keamanan nasional. Langkah serupa pernah terjadi dalam situasi geopolitik genting sebelumnya, yang selalu berdampak signifikan pada jaringan penerbangan internasional.

Laporan dari sejumlah media internasional menyebutkan, negara-negara yang menutup atau membatasi ruang udaranya antara lain Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan sebagian Suriah. Penutupan ini menyebabkan efek berantai pada rute-rute penerbangan yang melintasi kawasan tersebut, termasuk yang berasal dari Bali.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar