PARADAPOS.COM - Mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akan dimakamkan di kota suci Mashhad menyusul kematiannya dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran. Pemerintah Iran telah memutuskan lokasi pemakaman tersebut, meski jadwal pastinya belum ditetapkan. Sebelum dimakamkan, akan digelar upacara perpisahan besar di ibu kota.
Lokasi Pemakaman di Kota Suci Syiah
Berdasarkan laporan kantor berita Fars, jenazah Ali Khamenei akan dimakamkan di Mashhad, kota terbesar kedua di Iran. Kota ini menyandang status sebagai kota suci karena menjadi lokasi Kompleks Suci Imam Reza, makam Imam kedelapan dalam tradisi Syiah. Di kompleks yang sama, ayah Khamenei juga dimakamkan, menjadikan lokasi ini memiliki nilai religius dan historis yang mendalam bagi kalangan Syiah di Iran maupun dunia.
Rencana Upacara dan Transisi Kekuasaan
Korps Garda Revolusi Iran menyatakan akan mengadakan upacara perpisahan besar di Teheran sebelum jenazah diberangkatkan ke Mashhad untuk dimakamkan.
"Sebelum pemakaman, 'upacara perpisahan besar' akan diadakan di Teheran," ungkap Garda Revolusi melalui saluran Telegram mereka.
Meninggalnya Khamenei dalam serangan pada Sabtu (28/2) waktu setempat telah memicu mekanisme suksesi yang telah diatur. Kekuasaan untuk sementara dipercayakan kepada sebuah dewan yang terdiri dari Presiden Iran, Kepala Peradilan, dan seorang ahli hukum dari Dewan Penjaga. Dewan ini akan memimpin hingga Majelis Pakar, badan yang bertugas memilih Pemimpin Tertinggi baru, dapat mengadakan pertemuan.
Kendala Keamanan Tunda Pertemuan Suksesi
Proses pemilihan pengganti Khamenei menghadapi kendala praktis. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangkaian serangan AS-Israel juga menargetkan infrastruktur terkait. Gedung Majelis Pakar di Qom dan markas besarnya di Teheran dilaporkan ikut dihantam.
Kondisi keamanan yang belum stabil ini mempengaruhi agenda politik. Seorang pejabat yang dikutip Fars mengindikasikan bahwa pertemuan penting Majelis Pakar kemungkinan baru bisa digelar setelah pemakaman Khamenei usai.
"Untuk alasan keamanan, pertemuan terakhir majelis dapat ditunda hingga setelah pemakaman Khamenei," jelas pejabat tersebut mengenai penundaan yang mungkin terjadi.
Dengan demikian, Iran kini berada dalam periode duka sekaligus transisi kekuasaan yang kritis, di tengah situasi keamanan yang masih tegang pasca-serangan mematikan tersebut.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Evakuasi Darat 15 WNI di Iran ke Azerbaijan
Hassan Wirajuda Soroti Prasyarat Mediasi Indonesia dalam Konflik Iran-AS-Israel
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran Picu Ancaman Krisis Energi Global
Gerhana Bulan Total Warnai Langit Amerika dan Asia pada 3 Maret 2026