Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Bahas Eskalasi Timur Tengah

- Rabu, 04 Maret 2026 | 17:00 WIB
Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Bahas Eskalasi Timur Tengah

PARADAPOS.COM - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan belasungkawa resmi atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pesan duka itu disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta pada Rabu (4/3). Pertemuan ini sekaligus menjadi forum untuk membahas eskalasi ketegangan di Timur Tengah pasca-serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran akhir Februari lalu.

Penyampaian Surat Presiden dan Pembahasan Situasi

Dalam pertemuan resmi tersebut, Menlu Sugiono menyerahkan surat langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Surat itu berisi ungkapan duka cita mendalam pemerintah dan rakyat Indonesia.

Menlu Sugiono menegaskan, "Saya menyampaikan surat dari Presiden Prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian untuk menyampaikan belasungkawa terdalam Indonesia atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran."

Pembicaraan kemudian berlanjut membahas situasi geopolitik yang memanas. Serangan pada 28 Februari yang dilaporkan menewaskan Ayatollah Khamenei itu telah memicu gelombang ketegangan baru. Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan, situasi yang berpotensi memperluas konflik di tengah proses diplomasi nuklir yang masih berlangsung.

Seruan Indonesia untuk Penyelesaian Damai

Di tengah kondisi yang rawan ini, pemerintah Indonesia melalui Menlu Sugiono menekankan pentingnya jalan damai. Dalam pertemuan itu, Indonesia menyerukan agar semua pihak menghormati hukum internasional dan Piagam PBB, serta menghentikan aksi militer yang dapat memicu eskalasi lebih lanjut.

Posisi Indonesia jelas: siap memainkan peran aktif untuk mendorong dialog dan mediasi. Diplomasi, menurut pandangan Jakarta, tetap menjadi pilihan terbaik untuk meredakan ketegangan dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap stabilitas regional maupun global.

Komunikasi Intensif dengan Pihak Iran

Upaya diplomatik Indonesia untuk meredakan situasi telah dilakukan sebelumnya. Menlu Sugiono mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Selasa (3/3).

Dalam komunikasi itu, tuturnya, dibahas perkembangan terkini dan berbagai peluang untuk mencapai penyelesaian secara damai. Indonesia berharap semua pihak yang terlibat dapat menahan diri dan mengutamakan dialog konstruktif guna menciptakan kembali keamanan dan kondisi yang kondusif di kawasan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar