PARADAPOS.COM - Pengelola jalan tol di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memproyeksikan lonjakan lalu lintas jelang mudik Lebaran 2026. Berdasarkan perhitungan, arus kendaraan harian pada periode H-7 hingga H 7 Lebaran diperkirakan rata-rata mencapai 90.488 unit, atau naik sekitar 6 persen dari kondisi normal. Puncak kepadatan diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026 untuk arus mudik dan 28 Maret 2026 untuk arus balik.
Proyeksi Puncak Arus Kendaraan
Direktur Utama PT Makassar Metro Network, Ismail Malliungan, memberikan rincian lebih lanjut mengenai titik puncak arus mudik. Menurutnya, lonjakan tertinggi diperkirakan terjadi beberapa hari sebelum Hari Raya.
"Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah trafik mencapai 118.906 kendaraan per hari, sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 28 Maret 2026 mencapai 117.853 kendaraan per hari," jelas Ismail.
Antisipasi dengan Penambahan Personel dan Fasilitas
Menyikapi proyeksi kenaikan volume kendaraan tersebut, manajemen tol telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Upaya utama adalah dengan menambah jumlah petugas lapangan. Dari yang biasanya berjumlah 41 personel, akan ditambahkan 4 orang sehingga total menjadi 45 personel yang akan disiagakan penuh di 41 gardu tol selama periode mudik.
Tak hanya sumber daya manusia, kesiapan sarana pendukung juga ditingkatkan. Armada layanan seperti kendaraan derek, ambulans, dan unit patroli akan ditambah. Sistem pemantauan melalui CCTV yang terintegrasi juga akan dioptimalkan untuk memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap setiap insiden di lapangan.
Untuk mengatasi kemacetan di gerbang pembayaran, pengelola telah menyiapkan skema darurat. Ismail Malliungan memaparkan kesiapan teknis tersebut.
"Untuk menjaga kelancaran di gerbang tol, pengelola Jalan Tol Makassar menyiapkan penggunaan Toll Lane Portable untuk membuka lajur darurat (temporary lane) saat terjadi kepadatan di gerbang tol," ucapnya.
Karakteristik Unik Tol Dalam Kota Makassar
Direktur Utama PT Makassar Airport Network, Anton Sujarwo, memberikan penjelasan mengenai pola lalu lintas yang khas di ruas tol Makassar. Berbeda dengan tol antar kota di Jawa yang didominasi arus mudik jarak jauh, tol dalam kota Makassar menunjukkan dinamika yang lebih kompleks.
Menjelang Lebaran, arus kendaraan justru banyak yang masuk ke kota untuk aktivitas belanja kebutuhan hari raya dan pengiriman logistik. Baru kemudian, mendekati hari H, arus akan bergeser menjadi keluar kota. Karena karakteristiknya sebagai tol komuter dalam kota, ruas ini juga tidak termasuk dalam program diskon tarif tol mudik yang digalakkan pemerintah.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Meski tidak memberikan diskon, Anton Sujarwo menegaskan komitmen perusahaannya untuk memberikan layanan terbaik selama momen mudik. Dia juga menyampaikan sejumlah imbauan penting bagi para pemudik yang akan melintas.
"Kami mengimbau kepada para pengguna untuk memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum perjalanan, memanfaatkan aplikasi NITA untuk kemudahan transaksi, memastikan kondisi kendaraan prima, dan mematuhi batas kecepatan yang berlaku," tutur Anton.
Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya pencegahan, mengingat kelancaran perjalanan tidak hanya bergantung pada kesiapan pengelola jalan, tetapi juga pada kedisiplinan dan persiapan setiap pengendara.
Artikel Terkait
Data Ekonomi Kuat Dongkrak Wall Street di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
Pengamat Nilai Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Langkah Diplomasi Strategis
Sidang Korupsi Plaza Klaten: Kuasa Hukum Bantah Ada Kerugian Negara
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Hadir di 14 Titik Jabodetabek Hari Ini