PARADAPOS.COM - Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah antisipasi menjaga stabilitas harga sembako. Program yang menyasar sejumlah kelurahan ini digelar untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 2026.
Upaya Stabilisasi Harga di Periode Krusial
Menjelang hari raya, permintaan terhadap berbagai bahan pokok biasanya mengalami peningkatan yang signifikan. Kondisi ini kerap memicu gejolak harga di pasar. GPM hadir sebagai salah satu instrumen intervensi pemerintah daerah untuk meredam potensi kenaikan yang memberatkan daya beli masyarakat, khususnya di periode yang rentan ini.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Sumini, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah.
"Melalui Gerakan Pangan Murah ini kami ingin masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok seperti beras, minyak, gula, dan telur dengan harga terjangkau," ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Jadwal dan Cakupan Pelaksanaan
Pelaksanaan GPM di Kota Madiun telah memasuki gelaran kesembilan, yang baru saja digelar di Kelurahan Josenan. Rencananya, program ini akan berlangsung secara bergilir di berbagai titik.
"Secara keseluruhan, program GPM Kota Madiun akan digelar sebanyak 15 kali di berbagai kelurahan hingga 13 Maret mendatang," jelas Sumini.
Tidak hanya dari pemerintah kota, intervensi serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menunjukkan koordinasi lintas level pemerintahan dalam mengawal ketahanan pangan. Sumini menambahkan bahwa setelah kegiatan dari provinsi di Rejomulyo, giliran kota akan kembali mengadakan GPM di Kelurahan Tawangrejo pada 8 Maret.
Harga Dibawah Pasar dan Mekanisme Pendistribusian
Pada pelaksanaannya, sejumlah komoditas dijual dengan harga yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan harga eceran umum. Minyak goreng kemasan dua liter, misalnya, dijual seharga Rp31.000. Sementara untuk beras, masyarakat bisa memilih beras SPHP seharga Rp56.000 per 5 kilogram, beras premium Rp74.500 per 5 kilogram, atau beras lokal Rp40.000 per 3 kilogram.
Gula pasir dan telur ayam ras juga tersedia dengan harga terkendali, masing-masing Rp16.500 dan Rp28.500 per kilogram. Untuk mempermudah distribusi dan menjangkau basis masyarakat di tingkat akar rumput, Pemkot Madiun menggandeng Koperasi Kelurahan Merah Putih di tiap wilayah. Kolaborasi ini sekaligus dimaksudkan untuk memperkuat peran koperasi dalam ekosistem ketahanan pangan lokal.
Artikel Terkait
AMPG dan Pemuda UMNO Jalin Kerja Sama Kawasan dan Kemanusiaan
Pengemudi Ojol Rusak Fasilitas UNM Usai Rekan Dipukul Mahasiswa
KPK Selidiki Keterlibatan Suami Bupati Pekalongan dalam OTT Kasus Outsourcing
Unpatti Laporkan 15 Mahasiswa ke Polisi Usai Aksi Pembakaran dan Perusakan Kampus